
DENPASAR, BALIPOST.com – Hingga Juni atau semester I 2025, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersalur di Bali mencapai Rp5,03 triliun.
Triliuan rupiah KUR ini disalurkan kepada sekitar 65,7 ribu debitur. Jumlah ini mengalami penurunan 14,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara tahunan jumlah debitur dan total penyaluran mengalami penurunan, diindikasi karena pelaku UMKM masih ragu-ragu untuk mengajukan pinjaman di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil,” kata Kepala Kanwil DJPb Bali, Muhamad Mufti Arkan di Denpasar, Minggu (31/8).
Ia menyebutkan di 2025, Bali memperoleh plafon KUR sebesar Rp10,85 triliun. Hingga Juni 2025, realisasi penyaluran KUR tercatat Rp5,03 triliun kepada sekitar 65,7 ribu debitur.
KUR Mikro mendominasi dengan penyaluran Rp2,95 triliun, sedangkan KUR Kecil sebesar Rp2,07 triliun. Sementara porsi penyaluran terbesar pada sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 40,21%.
Penyaluran tertinggi pada Kota Denpasar sebesar Rp855 miliar, sedangkan penyaluran terbanyak terdapat di Kabupaten Buleleng pada 13 ribu debitur.
UMKM diakui mempunyai peran yang cukup penting dan strategis dalam perekonomian, karena pelaku usaha skala mikro, kecil, menengah dan koperasi merupakan bagian terbesar dari seluruh aktivitas ekonomi rakyat seperti petani, peternak, perajin, pedagang, nelayan dan penyedia berbagai jasa. Selain itu UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
Kepala Seksi PPA II DJPb Bali, Kusumo Adi Wibowo, menjelaskan bahwa KUR merupakan program strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan UMKM dengan bunga rendah. “Bunga KUR disubsidi pemerintah sehingga jauh lebih murah dibanding bunga pasar. Plafon pembiayaan bervariasi mulai dari Rp10 juta untuk KUR Super Mikro hingga Rp500 juta untuk KUR Kecil dan KUR Khusus,” jelas Kusumo.
Ia juga menambahkan, KUR diprioritaskan bagi debitur baru karena masih banyak UMKM yang belum memiliki akses pembiayaan formal.
AA Ngurah Oka Dhananjaya, Kepala Bidang Kredit Bank BPD Bali, menuturkan bahwa hingga Juli 2025, BPD Bali telah menyalurkan KUR senilai Rp1,08 triliun kepada 6.012 debitur. Rinciannya terdiri dari KUR Super Mikro Rp360 juta, KUR Mikro Rp253,15 miliar, dan KUR Kecil Rp828,90 miliar.
“BPD Bali memberikan sejumlah kemudahan bagi pelaku usaha, seperti bebas biaya provisi dan administrasi, proses cepat 2–3 hari, serta bunga menurun yang lebih fleksibel. Harapannya, semakin banyak UMKM Bali yang bisa memanfaatkan KUR untuk mengembangkan usahanya,” ujar Oka.
Sementara Hery Noercahya, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, menegaskan bahwa tujuan program KUR adalah mendorong pelaku usaha naik kelas, menciptakan wirausaha baru, dan meningkatkan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (Suardika/bisnisbali)