Pedagang mencoba menawarkan barang dagangannya pada wisatawan yang berkunjung di Pantai Kuta, Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pariwisata menjadi sektor usaha yang sangat rentan dengan isu dan bencana. Termasuk dengan adanya demonstrasi di beberapa daerah, termasuk Bali, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) I Putu Winastra saat dikonfirmasi Sabtu (30/8) malam mengatakan, pariwisata sangat rentan terhadap isu termasuk keamanan. Peristiwa yang terjadi di Bali akan terdengar oleh negara lain karena Bali menjadi salah primadona destinasi pariwisata dunia.

Baca juga:  Resmikan Bale Kertha Adhyaksa di Denpasar, Ini Pesan Gubernur Koster

Untuk itu pihaknya berharap agar penyampaian aspirasi berjalan damai, tidak ada tindakan anarkis yang terjadi. “Bisa dilihat, semua orang Bali sangat menyadari bahwa pariwista sangat rentan dengan keamanan. Kita semua menjaga keamanan Bali dan kita berdoa Bali selalu aman,” katanya.

Pihaknya yakin semua komponen pariwisata Bali, termasuk komponen masyarakat pasti ingin menjaga kondusifitas Bali. Diharapkannya penyampaian aspirasi dilakukan secara dialogis sehingga suasana tetap kondusif.

Baca juga:  Prakiraan Cuaca 1 Juli 2025, Bali akan Berawan dan Berpotensi Angin Kencang

Disinggung terkait adakah pembatalan yang dilakukan wisatawan, Winastra mengatakan, hingga saat ini tidak ada pembatalan yang dilakukan wisatawan. Dan pihaknya sangat berharap jangan sampai terjadi pembatalan. “Agar tahun 2025 ini bisa berjalan mulus sampe akhir tahun dan target kunjungan bisa tercapai,” imbuhnya.

Sebelumnya kalangan pariwisata dari PHRI Denpasar juga menyampaikan hal yang sama. Mereka berharap demonstrasi tidak berlangsung ricuh dan tidak berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali.

Baca juga:  Wisata Berbasis Infrastruktur

Ketua PHRI Denpasar, IB Gede Sidharta Putra mengatakan pihaknya masih monitor dari teman-teman hotel di Sanur terkait kondisi terkini.

“Tapi saat sekarang ini belum ada cancelation (pembatalan,red). Semoga di Bali tidak rusuh, kalau rusuh pasti terjadi banyak cancelation dan early departure alias wisman pulang lebih awal dari semestinya,” pungkasnya. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN