Seniman duta Kabupaten Jembrana menampilkan Tari Jimbarwangi pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII di Taman Budaya, Denpasar, Jumat (11/7). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam kehidupan masyarakat Bali, pemilihan hari tidak sekadar penanggalan, tetapi juga bagian dari menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Itulah sebabnya dikenal ala ayuning dewasa, yaitu pedoman hari baik dan kurang baik yang dipakai untuk menentukan waktu tepat melaksanakan kegiatan, baik itu upacara adat, memulai usaha, maupun pelantikan.

Tradisi ini menggabungkan berbagai unsur perhitungan seperti wuku, sasih, panglong, serta alahing dewasa. Hari yang masuk kategori “ayu” biasanya dianggap membawa keberkahan dan kelancaran bagi aktivitas yang dilakukan.

Baca juga:  Kroser Diva Dianggap Saingan Terberat

Meskipun kalender tradisional ini memberikan panduan berharga, untuk pelantikan resmi atau upacara adat, sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai dengan konteks spiritual, adat, serta lokasi spesifik.

Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, berdasarkan Kalender Bali Digital, berikut adalah ala ayuning dewasa yang jatuh pada hari ini:

Amerta Danta

Baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri, dan segala macam pekerjaan.

Baca juga:  Shortcut Bajera-Antosari di Jalur Denpasar-Gilimanuk Diuji Coba

Amerta Gati

Baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam.

Dina Jaya

Baik untuk belajar menari atau pengetahuan lainnya dan mengandung unsur keunggulan.

Kala Bangkung, Kala Nanggung

Tidak baik untuk mulai memelihara ternak

Kala Dangu

Tidak baik untuk memulai pekerjaan, pindah tempat, atau bepergian.

Kala Rumpuh

Tidak baik untuk pindah rumah atau memulai memelihara ternak.

Kala Temah

Tidak baik untuk dewasa ayu (tidak cocok untuk kegiatan penting).

Baca juga:  Inspiratif dan Perlu Ditiru, Siswi SMP Ini Sumbang Rambut untuk Pasien Kanker

Pepedan

Baik untuk membuka lahan pertanian baru; tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Semut Sedulur

Baik untuk gotong royong, kerja bakti, kampanye, membentuk perkumpulan. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.

Sri Murti

Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung

Sri Tumpuk

Baik untuk menangkap burung atau mapikat.

Titibuwuk

Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna, namun tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, bepergian, atau membuat tangga/banggul. (Dedi Sumartana/balipost)

BAGIKAN