[ki-ka] Zhi Xiong Chan dan Anastasia Tirtabudi memberikan penjelasan tentang tren solusi interior di Bali, Kamis (12/12). (BP/iah)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pertumbuhan properti di Bali terus menunjukkan tren positif yang didorong oleh daya tarik pariwisata, minat investor asing dan lokal, serta kebutuhan hunian bagi digital nomad dan ekspatriat. Hal ini mempengaruhi permintaan solusi interior yang berkualitas, didukung oleh ekosistem desain yang sedang berkembang pesat. Demikian mengemuka dalam talkshow tentang solusi interior yang diselenggarakan TACO Studio Material Bali, Kamis (12/12) di Seminyak, Badung.

Menurut salah satu desainer interior, Zhi Xiong Chan, Bali merupakan salah satu pasar yang potensial di bidang properti. Kondisi ini juga meningkatkan kebutuhan dalam bidang desain interior.

Pria yang merupakan Principal Designer ZXC Studio ini mengutarakan pihaknya cukup banyak menerima permintaan konsultasi dan pengerjaan desain untuk properti di Bali. Umumnya, pelanggan menyukai desain yang alami atau dekat dengan alam mengingat kondisi Bali yang memang merupakan salah satu destinasi yang terkenal akan keindahan alamnya.

Baca juga:  Disarankan HGB Bukan SHM, AMTAG Tegas Menolak

Hal ini pun diamini penyedia solusi interior, Anastasia Tirtabudi. Ia mengutarakan Bali memiliki potensi pasar interior yang sangat besar karena pertumbuhan properti, baik itu residential, komersial, maupun industri. “Bali ini bisa dibilang barometernya properti dan desain interior di Indonesia dengan segala ciri khasnya, baik itu residensial, hunian, dan komersial,” ujarnya.

Anastasia tak memungkiri pertumbuhan properti dan tingginya permintaan di bidang interior ini yang membuat TACO, sebagai salah satu perusahaan penyedia solusi interior, memilih Bali sebagai lokasi dalam menyediakan produk berkualitasnya.

Sebab, keberadaan produk buatan Indonesia ini telah mendapatkan perhatian bagi penikmat dan pelaku interior. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya proyek komersial dan residensial yang memanfaatkan material TACO di Bali, seperti Bali International Hospital, Bali International Muhammadiyah, Bulgari Resort Pecatu, Mandarin Oriental Nusa Dua, dan FINNS Recreation Club. Bahkan, puluhan toko juga memasarkannya.

Baca juga:  Realisasi Triwulan I 2026 Tunjukkan Tren Positif, Konsentrasi Investasi Ada di Kawasan Ini

“Dengan konsep inspiratif dan akses langsung ke solusi interior berkualitas, masyarakat Bali akan makin dimudahkan dalam mendesain huniannya, baik untuk rumah tinggal maupun komersial,” sebutnya.

Vice President Brand Marketing & Corp. Communication TACO ini pun membagikan tren warna desain interior di 2025. Bertemakan “New Horizons” yang terinspirasi dari matahari terbit, tren di tahun depan dibagi menjadi 4 konsep inspiratif, yaitu Retro Summer, Neo Eclectic, Earthy Oasis, dan Wabi Sabi. “Yang pasti di 2025, semakin cerah ya,” sebutnya.

Baca juga:  Berawal dari Mabuk, Pemuda Didakwa Bunuh Tetangga

Ia pun memaparkan konsep-konsep warna yang dituangkan dalam beragam produk desain interior itu, baik HPL, VPC, vinyl, dan wall panel itu.

Retro Summer merupakan warna-warna yang cerah dan bernuansa musim semi. Sementara Earthy Oasis merupakan warna-warna netral dan tenang.

Konsep Neo Eclectic mengambil inspirasi dari gaya arsitektur yang memengaruhi konstruksi bangunan tempat tinggal di Amerika Utara pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Warna-warna yang dihadirkan lebih modern dan bold.

Sedangkan, Wabi Sabi dalam estetika tradisional Jepang, merupakan sebuah pandangan dunia yang terpusat pada penerimaan terhadap kefanaan dan ketidaksempurnaan. Warna-warna yang diusung lebih pada varian kecoklatan dan cenderung natural. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN