Bade tumpang 7 diarak menyusuri pesisir pantai saat Desa Adat Karangsari menggelar ngaben. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Karangsari, Desa Suana, Kemacatan Nusa Penida, Klungkung akan menggelar upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal pada 18 Juli 2024 mendatang.

Upacara ngaben massal ini secara periodik digelar setiap 5 tahun sekali. Kali ini, ngaben masal diikuti sebanyak 57 sawa dari 3 banjar yang ada di wilayah desa adat setempat.

Kesibukan krama Desa Adat Karangsari sudah terlihat sejak pembuatan tetaring (warung) pada 21 Juni 2024 lalu. Berbagai persiapan lain juga telah dilakukan secara gotong royong demi menyukseskan pelaksanaan upacara pitra yadnya ini.

Baca juga:  Bade Palebon Ida Cokorda Pemecutan XI Hampir Rampung, Bobotnya Buat Kagum

Menariknya, ngaben massal di desa adat ini selalu dinanti oleh masyarakat maupun wisatawan yang sedang berlibur di Pulau Nusa Penida. Pasalnya, bade tumpang 7 akan diarak menyusuri pesisir pantai yang diiringi dengan tabuh bale ganjur dan gamelan angklung.

Bandesa Adat Karangsari, I Wayan Wiranata, mengatakan upacara ngaben masal di Desa Adat Karangsari rutin digelar setiap 5 tahun sekali. Tujuannya, selain untuk pelunasan hutang kepada leluhur agar diberikan tempat sesuai dengan amal perbuatannya terdahulu, juga untuk meringankan beban biaya upacara masing-masing yang punya sawa. Di samping juga untuk menyatukan berbagai soroh yang ada di Desa Adat Karangsari.

Baca juga:  Imbas Penutupan Irigasi dari Tukad Unda Berpotensi Minus Beras

Dikatakan, biaya yang dikeluarkan per sawa hanya Rp10 juta. Sedangkan, estimasi biaya ngaben massal ini mencapai Rp741 juta. Untuk itu, kekurangan biayanya ditanggung oleh desa adat setempat. “Inilah wujud kebersamaan dan gotong royong dalam menyama braya krama kami di Desa Adat Karangsari,” ujar Wiranata, Kamis (4/7).

Meskipun, upacara ngaben massal digelar untuk meringankan biaya yang dikeluarkan warga, namun pada pelaksanaannya tetap berpatokan dengan duase (hari baik). Dengan harapan agar seluruh rangkaian yadnya yang dilaksanakan bisa brjalan aman dan kancar, serta menemukan keselamatan tanpa ada hambatan niskala maupun sekala.

Baca juga:  Banjar Jabapura Gelar Metatah Massal

“Mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik, meskipun kita dari berbagai soroh tidak bakalan terjadi suatu masalah dan ke depannya lebih baik lagi,” harapnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *