Fogging digelar di salah satu permukiman di Jembrana untuk mengantisipasi tren peningkatan kasus DBD. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jembrana selama 5 bulan terakhir mengalami kenaikan. Setiap bulan jumlah pasien DBD meningkat mulai Januari 12 orang hingga Mei sebanyak 55 orang. Meskipun dibandingkan dengan tahun lalu lebih kecil, namun kondisi ini menjadi kewaspadaan Dinas Kesehatan Jembrana.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr. Made Dwipayana, Kamis (6/6), mengatakan bahwa dilihat dari jumlah, tiap bulannya tren DBD mengalami kenaikan. Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab, selain cuaca yang sering berubah sehingga mendukung perkembangbiakan jentik nyamuk, juga kemungkinan mobilitas warga Jembrana yang bekerja atau belajar di luar daerah.

Baca juga:  Tiga Bulan Terakhir, Denpasar Catat Ratusan Kasus DBD

“Ini (tren kenaikan DBD) yang perlu kita waspadai. Banyak juga kasus dengue fever (demam dengue) yang berpotensi menjadi DBD. Sejumlah upaya kami lakukan dari dinas hingga di puskesmas,” ujar Dwipayana.

Di tingkat puskesmas, menurut Dwipayana, sudah rutin dilakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) setiap pekan berkoordinasi dengan desa hingga tingkat banjar. “Tentunya dalam upaya pemberantasan ini juga diperlukan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Satgas Tutup Isoter di SMA/SMK Bali Mandara

Selain itu, Diskes Jembrana melakukan tindakan fogging pada kasus yang positif dan berpotensi positif DBD. Bahkan menurutnya setiap hari ada 3 hingga 4 lokus yang disasar untuk fogging.

Faktor cuaca menjadi pemicu cepat berkembangnya jentik nyamuk DBD. Maka dari itu, masyarakat juga diharapkan agar mewaspadai dan melakukan PSN di lingkungan masing-masing. “Kalau mobilitas juga sangat berpotensi menjadi pembawa atau vektor virus DBD. Kemungkinan ini yang juga menjadi peningkatan kasus DBD bulan Mei,” terangnya.

Baca juga:  Nyepi, IGD RSUD Karangasem Tetap Buka 24 Jam

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jembrana, untuk kasus DBD dari bulan Januari hingga Mei tercatat sudah ada 184 kasus. Tiap bulannya jumlah terus merangkak naik dari Januari sebanyak 12 kasus, Februari 18 kasus, Maret 46 kasus, April 53 kasus, dan Mei mencapai 55 kasus. Dari seratusan warga yang mengalami DBD itu, semuanya bisa sembuh dan belum ada dampak hingga kematian. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN