SINGARAJA, BALIPOST.com – Pilkada Buleleng nampaknya akan berjalan seru. Beberapa waktu lalu, sejumlah partai yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Garuda dan Partai Nasdem menyatukan komitmen untuk membentuk Koalisi Indonesia Maju Plus.

Sementara itu kubu PDI Perjuangan Buleleng  mengaku tidak takut menghadapi semua skema politik dalam Pilkada, termasuk menghadapi KIM Plus.

Keberadaan koalisi besar KIM Plus digadang – gadang akan melawan dominasi PDIP di Kabupaten Buleleng. Bahkan mereka sudah menyatakan diri untuk melawan secara head to head bakal calon yang akan diusung oleh PDIP.

Baca juga:  Jasad Bayi Ditemukan Tersangkut di Drainase Jalur Shortcut Singaraja

Hanya saja, keberadaan koalisi KIM Plus itu nampaknya belum final. Pasalnya sejumlah parpol, seperti Partai Nasdem, Partai Golkar, dan Partai Gerindra masih menunggu arahan dari DPP partainya. Kondisi ini pun menjadi peluang PDIP melakukan lobi-lobi.

Terbaru, Senin 28 Mei 2024, PDIP melalui Sekretaris DPC Buleleng, Gede Supriatna melakukan penjajakan kerjasama dengan Partai Nasdem. Supriatna mengaku, telah melakukan penjajakan kerja sama dengan Partai Nasdem dan Partai Hanura.

Baca juga:  Pilbup Bangli 2020, Demokrat Jatuhkan Pilihan ke Paket Ini

Ditanya soal head to head melawan koalisi KIM Plus, Supriatna mengatakan sudah menyiapkan sejumlah skema di Pilkada Buleleng. Pastinya, lanjut politisi asal Desa Tejakula ini, PDIP Buleleng akan mengusung kadernya sendiri. (Nyoman Yudha/balipost)

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN