Desa Les Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng masuk 50 besar nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Raihan predikat 50 besar inipun menjadi prestasi yang membanggakan bagi desa yang terkenal dengan wisata bahari dan pegunungan ini.

Perbekel Desa Les, Kecamatan Tejakula Gede Adi Wistara, dikonfirmasi, Selasa (28/5), perjalanan Desa Les mengikuti ADWI dimulai sejak tahun 2021 silam. Pada tahun itu, Desa Les hanya masuk 1000 besar, tahun 2022 masuk 300 besar, dan tahun 2023 hanya sampai 500 besar. Dengan kondisi itu, pihaknya pun terus berbenah dengan sejumlah program inovasi yang dirancang oleh pihak desa itu sendiri.

Baca juga:  Desa Wisata di Klungkung Diminta Segera Bentuk Pokdarwis

“Untuk semakin menarik perhatian wisatawan, kami tur desa yang di dalamnya juga dilibatkan UMKM lokal untuk dikunjungi. Sepert produksi garam lokal, pelestarian arak Bali, gula juruh, hingga kuliner khas desa.Setelah sekian lama diproses, kini kami masuk 50 besar dan jadi satu-satunya yang mewakili Bali di ADWI. Kami pertahankan apa yang benar-benar jadi semangat kami dalam merintis desa wisata,” terangnya.

Perbekel Adi Wistara menyebut bila konsep nyegara gunung yang dimiliki desanya, membuat Desa Les dapat masuk 50 besar. Apalagi desa ini memiliki potensi wisata bahari dan air terjun sekaligus.Dengan torehan nasional ini, Adi Wistara mengharapkan ada pembinaan dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Yang tujuannya dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Desa Les,” tandasnya.

Baca juga:  Indonesia 'doing everything' to put out forest fires

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma menilai Desa Les memiliki keunggulan dalam konsistensi menggelar festival dan kegiatan menarik wisatawan untuk berkunjung.”Desa Les memang pantas masuk 50 besar. Konsep yang digagas oleh pihak memang layak memperoleh predikat ini,” terangnya.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa Dispar Buleleng akan mempersiapkan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, ke Desa Les untuk melakukan peninjauan dan pencocokan data di aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Kunjungan ini dijadwalkan pada bulan Juni atau Juli 2024. “Dalam waktu dekat akan dilakukan visitasi oleh Tim untuk membandingkan kenyataan real di lapangan dan yang sudah diupload di Aplikasi,”terang Dody. (Nyoman Yudha/Balipost)

Baca juga:  Ini, Landasan Baru Pemberantasan Narkoba
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *