Kodam IX/Udayana menggelar TFG pengamanan VVIP KTT WWF ke-10. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kodam IX/Udayana sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Wilayah dan Evakuasi VVIP dalam KTT WWF ke-10 telah melaksanakan berbagai kesiapan. Pasalnya merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh dunia internasional kepada Bali sebagai tuan rumah forum tersebut.

Pada Senin (13/4), Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi pimpin Tactical Floor Game (TFG) Pengamanan VVIP KTT WWF di Aula Supardi Makodam, Jalan Udayana No. 1, Denpasar.

Dalam amanatnya, Mayjen Bambang menyampaikan dilakukan TFG ini bertujuan untuk menyusun taktik dan strategi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan pengamanan WWF. Selain itu dapat digunakan sebagai wahana koordinasi dalam perencanaan operasi agar masing-masing subsatgas mengetahui peran dan fungsinya untuk menyukseskan serta mendukung kelancaran event internasional tersebut.

Baca juga:  Dukung Operasi Pendisiplinan Prokes, Ini Dilakukan Mabes TNI

“Saat saya dan Kapoksahli menghadiri TFG dipimpin oleh Kasum TNI di Jakarta, ada beberapa kesiapan-kesiapan yang perlu kita sempurnakan,” ujarnya.

Sedangkan saat menghadiri rapat terbatas dengan Presiden RI, menurut Bambang, disampaikan beberapa hal penekanan penting tentang penyiapan WWF yang perlu menjadi perhatian bersama, diantaranya perlu dievaluasi tentang pelaksanaan kegiatan KTT AIS maupun G20 dan bisa dijadikan pengalaman. Dengan demikian kegiatan pelaksanaan WWF ke-10 bisa lebih baik dan lebih tertib. “Karena kita ketahui bahwa kapasitas tempat terbatas, sedangkan delegasi nanti yang akan hadir kemungkinan akan lebih banyak,” ucap jenderal bintang dua peraih Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama Akademi Militer 1993 ini.

Baca juga:  Antrean Pembeli Migor Curah Mengular

Lebih lanjut, Pangdam Bambang mengatakan saat ini masih ada waktu untuk menyiapkan hal-hal yang masih kurang. Oleh karena itu supaya segera diperbaiki sehingga pada saat pelaksanaannya nanti tidak mendadak.

Dalam TFG ini juga dibuat situasi kemungkinan bagaimana penanganan bencana gempa bumi, bencana Gunung Agung meletus dan erupsi. Kemudian bagaimana menghadapi unjuk rasa, kemungkinan adanya terorisme dan lain sebagainya.

“Jadi kita ingin melihat agar semua tahu apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Maka dengan TFG inilah kita bisa mengetahui celah-celah mana yang sekiranya belum tertutupi, serta hal-hal atau faktor-faktor kritis yang perlu kita pecahkan bersama solusinya. Saya menekankan kepada seluruh peserta agar dapat melaksanakan TFG ini dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Diharapkan, Pengungsi Mandiri Dibantu Logistik
BAGIKAN