Dharma Santi Nyepi di Kabupaten Jembrana digelar di Gedung Kesenian Ir Soekarno, Jumat (10/5) malam. (BP/Ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Dharma Shanti Penyepian tahun caka 1946 sebagai momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas berjalannya kehidupan dan merupakan bagian dari proses terakhir perayaan hari raya nyepi. Sekaligus menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat yang selalu mendukung pemerintah dalam membangun Kabupaten Jembrana.

“Dharma Shanti Ini bagian dari perayaan terakhir dari kegiatan hari raya Nyepi. Kita langsung melakukan silaturahmi mohon maaf lahir dan batin serta mohon doa restu bagaimana menatap di tahun saka yang baru ini kita melangkah lebih baik dan berbakti yang lebih utama sehingga keluarga bisa ajeg dan Jembrana bisa makin maju,“ ucap Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Wabup IGN Patriana Krisna saat menghadiri Dharma Shanti Penyepian Tahun Saka 1946 Kabupaten Jembrana, di Gedung Kesenian Dr Ir Soekarno, Jumat malam (10/5).

Baca juga:  Pascarenovasi, Kunjungan ke Perpustakaan Meningkat

Mantan anggota DPRD Provinsi asal desa kalikah itu mengapresiasi dan mendukung penuh acara Dharma Shanti Penyepian ini. Dirinya berpesan kepada seluruh semeton umat sedharma agar tetap ngajegang adat dan dresta Bali saat perayaan hari suci Nyepi. “Saya ingin sampaikan kepada seluruh umat sedharma bahwa kita hari ini masih berjuang dalam rangka bagaimana proses mengajeggan adat dan dresta Bali. Saat perayaan hari suci Nyepi kedepan untuk lebih mulat sarira. Dan sebagai orang tua kita sudah sepatutnya membimbing anak-anak kita taat beribadah, beragama, berbakti dan jaga kesantunan dalam bermasyarakat“ harapnya.

Baca juga:  Puluhan Ahli Waris Korban Jiwa COVID-19 Ajukan Santunan

Lebih lanjut, Bupati Tamba pun mengakui bersama Wakil Bupati Jembrana mereka sudah bekerja semaksimal mungkin guna terwujudnya Jembrana Emas tahun 2026. “Ini bagian dari legacy karma saya mengabdi untuk kabupaten Jembrana, astungkara di tahun 2026/2027 capaian Jembrana emas sudah di depan mata, lompatannya lagi sedikit kita akan menuju keemasan,“ katanya.

Sementara, Ketua Panitia Dharma Shanti Penyepian Ni Komang Galuh Anjelita Puspa mengungkapkan Dharma Shanti kali ini sebagai kesempatan generasi muda untuk mengekspresikan pelestarian tradisi dan budaya. Pihaknya pun mengakui, bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Jembrana.
“Pelaksanaan Dharma Santhi ini sebagai bagian yang penting untuk mewujudkan Jembrana Emas 2026, melalui Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara,“ ucapnya. (Adv/Balipost)

Baca juga:  Optimalisasi PPDB SMA/SMK Dikhawatirkan Berdampak Negatif pada Sekolah Swasta

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *