Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan usai meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kehadiran fasilitas Indonesia Digital Test House (IDTH) di Depok, Jawa Barat, dapat berkontribusi memacu pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Iya, kan juga ini dalam rangka mendukung ke sana,” kata Presiden Jokowi menanggapi pengaruh IDTH terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, usai meresmikan IDTH Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi di Depok, Jawa Barat, dikutip dari kantor berita Antrara, Selasa (7/6).

Presiden mengatakan, Indonesia hingga saat ini telah memiliki lima perusahaan yang memproduksi mobil listrik serta 59 perusahaan yang memproduksi sepeda motor listrik.

Baca juga:  Bondet Meledak, Satu Perampok Luka-luka

“Cuma kan saya sampaikan, misalnya kayak mobil listrik ini sudah, produsen yang ada di sini sudah lima perusahaan. Terus, sepeda motor listrik juga ada 59 perusahaan, gede banget, tanpa kita sangka-sangka semuanya sudah,” ujarnya.

Menurut Jokowi, jumlah itu masih di luar minat kalangan investor produk serupa lainnya yang segera masuk ke Indonesia.

Ia berharap kehadiran IDTH di tanah air dapat memacu ekosistem pertumbuhan kendaraan listrik yang semakin cepat di Indonesia. “Ini nanti yang baru lagi akan masuk lagi. Saya kira ini akan membuat ekosistem mobil listrik kita semakin cepat,” katanya.

Baca juga:  Realisasi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Mencapai 5,31 Persen

Dalam agenda yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dalam sambutannya menjelaskan IDTH merupakan balai uji perangkat telekomunikasi terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara dan berstandar internasional.

“IDTH saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih berkelas internasional untuk menguji fitur-fitur perangkat digital,” katanya.

Fitur yang diuji seperti telekomunikasi, radio frekuensi elektromagnetik, keamanan elektrikal, standardisasi produk ekspor, hingga menjamin interoperabilitas dan perlindungan interferensi antarperangkat bagi keamanan dan keselamatan pengguna.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Empat Ribuan Orang

Ia mengatakan, kapasitas pengujian IDTH di 2024 diproyeksikan mencapai 1.600 fitur dan akan meningkat rata-rata mencapai 5.000 fitur per tahun mulai 2025.

“Kami juga melakukan pengembangan fungsi IDTH. Fasilitas ini tidak hanya berperan sebagai pusat pengujian, tetapi juga sebagai center of excellence perangkat digital,” katanya. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *