Ilustrasi penggunaan aplikasi BRImo. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – BRImo yang merupakan aplikasi one stop solution bagi seluruh lini bisnis yang bernaung dalam BRI Group memang cukup diandalkan nasabah. Di saat cuti bersama Lebaran yang cukup panjang pun, nasabah tidak lagi khawatir saat bertransaksi karena telah ada BRImo.

Kebutuhan transaksi mulai dari membayar zakat sampai mengirimkan Tunjangan Hari Raya (THR), bisa dilakukan lewat BRImo. Pun, pembayaran transaksi dan tagihan bulanan juga bisa melalui BRImo.

Diakui salah satu nasabah BRI, Made Parwata, dirinya tak terlalu khawatir saat libur Lebaran tiba mengingat sudah ada aplikasi BRImo yang membantunya dalam bertransaksi. “Kalau saya, sejak pandemi melanda, sudah biasa menggunakan BRImo untuk membayar tagihan, cicilan, bayar langganan internet, sampai belanja online,” ungkapnya, Jumat (12/4).

Namun, ia juga memahami bahwa seiring perkembangan teknologi ini, bertransaksi secara digital rentan diserang para hacker. “Sekarang ini kan banyak juga upaya-upaya pencurian informasi digital lewat WA maupun SMS. Kalau menggunakan aplikasi untuk transaksi perbankan, ini yang perlu diwaspadai,” sebutnya.

Baca juga:  Empat KK di Jembrana Belum Rasakan Listrik

Waspada Soceng

Terpisah, diakui Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha, nasabah harus tetap waspada dengan penipuan modus social engineering atau soceng. “Modus yang diterapkan pelaku ini terlihat meyakinkan sehingga korban mengalami kerugian material maupun non-material,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis.

Dengan cara mengirimkan dokumen yang berbentuk .APK atau aplikasi, pelaku dapat memperdaya korban sehingga dengan sadar memberikan persetujuan aplikasi tersebut mengakses data dan perangkatnya secara sepenuhnya, antara lain SMS, keyboard, mikrofon, dan bahkan kamera. “Ini yang kemudian menjadi jalan bagi kejahatan perbankan karena data-data yang diperlukan untuk transaksi bersifat pribadi dan rahasia dikuasai oleh para penipu,” tambahnya.

Misalnya, penipu dapat menguasai username dan password pada aplikasi mobile banking dan SMS dari bank yang berisi kode OTP. Alhasil, transaksi perbankan korban melalui mobile banking dapat berjalan sukses.

Baca juga:  Dari Australia akan Buka Kunjungan Akhir 2021 hingga Jumlah Kasus Sembuh Harian Bali Makin Tinggi

Ia pun menyarankan jika terdapat keraguan atau kecurigaan saat menerima pesan dari nomor yang tak dikenal, selalu hubungi dan verifikasikan kepada institusi yang bersangkutan. “Nasabah agar segera menghubungi Contact BRI di 1500017 apabila terlanjur meng-install aplikasi tidak resmi tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” sarannya.

Di tengah suasana libur Lebaran yang membuat transaksi digital meningkat, Arga mengakui BRI terus mengedukasi masyarakat untuk aware dalam bertransaksi. Pada momen tersebut, nasabah diimbau agar bertransaksi melalui BRImo yang memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan.

Dengan berbagai fitur BRImo, masyarakat dapat memanfaatkan layanan transaksi tanpa kartu, seperti setor tunai, transfer uang, QRIS, tagihan bulanan (listrik, PDAM, pascabayar, Telkom, TV kabel dan internet, asuransi, cicilan, dan masih banyak lainnya). Di era yang serba digital saat ini, kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dilakukan secara online.

Baca juga:  Monitoring, Tim Gabungan Kembali Cek Toko Tiongkok di Badung

Meskipun demikian, mudahnya bertransaksi digital tetap harus diimbangi dengan pembaruan pengetahuan tentang pentingnya bertransaksi digital secara aman. “Apabila bertransaksi menggunakan QRIS, pastikan lokasi dan nama merchant sesuai dengan tujuan transaksi. Berhati-hati dalam menggunakan koneksi Wi-Fi publik. Hal ini disebabkan rentannya koneksi Wi-Fi publik terhadap serangan hacker, malware, dan penyadapan. Selain itu, menggunakan kata sandi yang kuat atau dapat mengaktifkan two factor authentication (2FA),” papar Arga.

Nasabah pun diimbau terus waspada jika ada nomor yang tidak dikenal mengirimkan dokumen dengan akhir penamaan .APK, apalagi yang mengatasnamakan BRI. Masyarakat dapat mencegah kejahatan dokumen lebih dini dengan tidak mengeklik dokumen dan aplikasi tersebut. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *