Menteri PMK Muhadjir Effendy menyalami Presdir Satoria Grup Alim Satria saat launching Suryaneva di Jakarta, Selasa (26/3). (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggandeng PT Satoria Aneka Industri (SAI) meluncurkan infus merek Suryavena. Infus ini akan digunakan di 400 Rumah Sakit dan klinik Muhammadiyah.

Dalam peluncuran yang digelar Selasa (26/3) malam hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof Muhadjir Effendy dan Ketum PP Muhammadiyah, Prof KH Haedar Nashir.

Disampaikan Presiden Direktur Satoria Group Alim Satria kerja sama ini merupakan upaya memasok kebutuhan seluruh jaringan RS Muhammadiyah. “Sebagai perusahaan multinasional, Satoria sangat mendukung penguatan produk lokal di negeri sendiri, Tentunya, kami menyambut gembira keinginan PP Muhammadiyah untuk memiliki produk merek sendiri,” kata Alim Satria dikutip dari keterangan persnya, Rabu (27/3).

Baca juga:  Wright Partners and Fairatmos to Create Innovative Businesses Tackling Climate Change

Alim menjelaskan kerja sama ini melibatkan tiga pihak yakni Satoria Aneka Industri (SAI) sebagai produsen,  Kimia Farma Trading & Distribution sebagai distributor dan Muhammadiyah sebagai pemasaran ke jaringan rumah sakitnya. “Kolaborasi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjamin kualitas hidup melalui pengobatan berkualitas tinggi dan unggul yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang,” ungkap Alim.

Saat ini pabrik Satoria Pharma yang berlokasi di Kabupaten Pasuran, Jawa Timur sudah memroduksi cairan infus dengan kapasitas hingga 160 juta botol per tahun. Produksi pabrik yang diresmikan pada 2017 itu mendukung program kesehatan Pemerintah melalui pelayanan fasilitas BPJS.

Baca juga:  Akuisisi Crown Group, One Global Capital Ajukan Tawaran Rp1 Triliun

“Cairan infus Suryavena rencana mulai diproduksi akhir bulan ini dan mulai beredar pada April 2024. Pemasaran diserahkan kepada Muhammadiyah untuk diedarkan ke seluruh jaringan rumah sakit dan klinik mereka,” kata Managing Director Satoria Pharma, Adi Pranoto Alim.

Adi mengatakan produksi Suryavena pada tahun pertama ini diproyeksikan mencapai 2 juta botol cairan infus, dan akan meningkat double digit pada tahun-tahun berikutnya. Dengan jaringan rumah sakit dan klinik dan mancapai 400 unit, ia optimis kerja sama ini akan terus berkembang, dan tidak menutup kemungkinan untuk memasok rumah sakit lainnya.

Baca juga:  Tingkatkan Jangkauan Kepesertaan Perlindungan Naker, BPJamsostek Lanjutkan Kerja Sama dengan Pos

Saat ini pihaknya memproduksi 14 varian jenis cairan  infus Normal Saline 0.9%, Ringer Lactate Dextrose 5% Dextrose 10%. Ringer Acetate, Water for Injection, Potassium Chloride dalam berbagai ukuran.

Kedepannya akan dikembangkan produk-produk baru yaitu injeksi dan alat kesehatan dengan merek yang sama. “Komitmen kami untuk terus berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif bagi kesehatan masyarakat guna mendukung Indonesia Emas 2045, Indonesia menjadi negara ekonomi maju di dunia dengan mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki,” kata Adi. (kmb/balipost)

BAGIKAN