BUKA- Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, menacapkan Wayang Ghana sebagai simbol dibuka secara resmi Kegiatan Bulan Bahasa VI di Karangasem yang dipusatkan di Wantilan Taman Soekasada Ujung, Jumat Wage Wuku Wariga, (2/2). (BP/Ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, menacapkan Wayang Ghana sebagai simbol dibuka secara resmi Kegiatan Bulan Bahasa VI di Karangasem yang dipusatkan di Wantilan Taman Soekasada Ujung, Jumat Wage Wuku Wariga, (2/2). Acara pembukaan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta.

Wabup Artha Dipa, mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi para guru dan seluruh Bali yang telah bijaksana memandu kebijakan penggunaan Bahasa Bali di desa-desa. “Penting untuk mempertahankan solidaritas guna menjaga keberlanjutan dan pengembangan bahasa Bali. Kabupaten Karangasem harus menjadi teladan dalam memelihara bahasa sehari-hari dan tata busana tradisional Bali,” ucapnya.

Baca juga:  Bali Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Tiga Diantaranya Sudah Meninggal Agustus Lalu

Artha Dipa mengatakan, tema perjalanan Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024, “JANA KERTHI: Dharma Sadhu Nuraga,” mencerminkan kebesaran Bulan Bahasa Bali sebagai simbol keberlanjutan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Maskot Bulan Bahasa Bali tahun ini, “Ganaraja,” mewakili Kebijaksanaan, Kecerdasan, Pandangan Tajam, dan Perlindungan dari Bencana.

Dibagian lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, Putu Eddy Surya Artha, menyampaikan bahwa Bulan Bahasa Bali tahun 2024 menjadi momen penting dalam menguatkan pengembangan sastra agama serta melestarikan adat, seni, dan budaya Bali.

Baca juga:  Tiga Tahun Kepemimpinan Gede Dana-Artha Dipa, Pembangunan di Karangasem Berkembang Pesat

“Ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan, yakni mulai dari lomba menulis aksara Bali, menulis lontar, mesatua krama istri, presentasi atau debat Bahasa Bali, dan pidato Prajuru Adat, akan diselenggarakan sesuai panduan yang telah ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2023,” katanya. (Adv/Balipost)

BAGIKAN