Petugas mengevakuasi jasad IG asal Jawa Timur di Pantai Legian, Kuta. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengunjung Pantai Legian, Kuta, Minggu (22/10) dini hari dihebohkan meninggalnya pria asal Jombang, Jawa Timur berinisial IG (42). Sebelum meregang nyawa, korban minum anggur bersama teman. Penyebab meninggalnya korban masih diselidiki polisi.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Senin (23/10) menyampaikan, hasil penyelidikan dilakukan anggota Polsek Kuta, pada Minggu (22/10) pukul 00.01 WITA, korban beralamat di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan ini menjemput wanita asal Manado, Sulawesi Utara, IM (21) di Jalan Tuan Lange, Kuta.

Baca juga:  Hari Ini, GRACE 2018 Diisi Seminar Tentang Wine

Selanjutnya korban membonceng IM menuju warung di Jalan Raya Kuta untuk beli satu botol anggur merah, rokok satu bungkus dan air mineral satu botol. Mereka menuju ke Pantai Legian. “Sesampainya di Jalan Pantai, korban memarkir sepeda motornya. Mereka lalu berjalan menuju Pantai Legian untuk mencari lokasi minum,” ujarnya.

Akhirnya mereka dapat lokasi pas untuk minum anggur. IM dan korban duduk bersama di pinggir pantai depan balai istirahat. Selanjutnya korban membuka tutup botol anggur dan minum bersama IM menggunakan gelas plastik.

Baca juga:  GWK Jadi Lokasi "Host Country Reception" IMF-WB Annual Meeting

Mereka minum bergantian kurang lebih empat kali. Sekitar 30 menit kemudian, tiba-tiba korban jatuh posisi tengkurap). IM kaget dan memanggil-manggil korban. Selanjutnya IM membalikkan tubuh korban dan nafasnya ngorok. “Saksi (IM) langsung minta tolong kepada beberapa orang yang sedang minum di sampingnya. Setelah dilihat oleh salah satu warga dan dibilang korban mungkin lagi mabuk atau capai. Selanjutnya korban ditinggal sendirian,” ujarnya.

Selanjutnya IM melanjutkan minum bersama empat orang yang baru dikenalnya di TKP. Sedangkan korban dibiarkan terbaring di pasar sekitar 5 meter dari tempat mereka minum.

Baca juga:  Kapal MT Christin Terbakar

Sekitar 20 menit kemudian IM kembali minta tolong ke salah satu pria untuk mengecek korban. Setelah dicek denyut nadi di pergelangan tangan dan leher, dibilang sudah tidak berdenyut. Beberapa menit kemudian datang anggota Polsek Kuta.

“Setelah olah TKP, jasad korban dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, menggunakan ambulans. Untuk penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN