Tangkapan layar pelantikan Pj Gubernur dan TP PKK sejumlah provinsi, Selasa (5/9). (BP/iah)

JAKARTA, BALIPOST.com – Masa jabatan Gubernur Bali Wayan Koster berakhir pada Selasa (5/9). Untuk itu, Presiden Joko Widodo pun menyetujui Irjen Pol (Purn) Sang Made Mahendra Jaya sebagai Penjabat Gubernur Bali.

Pelantikannya berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3, Kantor Pusat Kemendagri, Jl. Medan Merdeka Utara No.7, Jakarta Pusat pada hari ini. Melantik Pj Gubernur Bali ini adalah Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Mahendra Jaya, tentu sudah tidak asing lagi. Jenderal bintang dua kelahiran di Singaraja pada 3 Juli 1966 dan saat ini berusia 57 tahun ini pernah menjabat Direktur Reskrimum Polda Bali dari 2016 hingga 2018.

Baca juga:  Kompolnas Awards, Kapolda Bali Raih Peringkat Terbaik

Selama menjabat Direktur Reskrimum, lulusan Akpol 1989 yang berpengalaman di bidang reserse ini banyak mengungkap kasus menonjol dan didominasi pelakunya warga negara asing. Kasus yang diungkap tersebut diantaranya menangkap enam pelaku WNA terlibat penculikan dan penyekapan terhadap WN Bulgaria, George Jordanov.

Selain itu juga diungkap pelaku pembobolan nomor rekening nasabah bank yang melibatkan WNA. Sedangkan riwayat jabatan setelah lulus Akpol, Mahendra Jaya pernah menjabat Kapolsekta Tamate Polres, Kupang (1992), Kapolsekta Tamalate Poltabes Ujung Pandang (1997), Wakasatreskrim Poltabes Ujung Pandang (1999), Kasatreskrim Poltabes Ujung Pandang (2000), Wakapolres Pangkep Polda Sulsesl (2001), Kasat IV Ditreskrimum Polda Sulsel (2003),dan penyidik Madya Unit V Dit. III/Tipikor dan WCC Bareskrim Polri (2004).

Baca juga:  Ini, Pandangan Kapolri Terhadap Kekuatan Media

Mahendra juga pernah menjabat sebagai Kapolres Nunukan Polda Kaltim (2007), Kapolres Paser Polda Kaltim (2008), Wakapoltabes Samarinda Polda Kaltim (2008), penyidik Utama Tk. III Dit III/Tipidkor Bareskrim Polri (2010), Dir. Reskrimsus Polda Bengkulu (2011), Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri (2014), Dir. Reskrimum Polda Bali (2016), Kasetum Polri (2018), Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan, Hukum dan Pengawasan (2019), Widyaiswara Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri (2020) dan Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum (2022).

Mahendra Jaya merupakan salah satu dari 9 penjabat gubernur yang dilantik pada hari ini. Selain itu dilantik pula Nana Sudjana menggantikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bey T Machmuddin menggantikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Hassanudin menggantikan Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Empat Puluhan Ribu

Lima nama lainnya yang juga dilantik adalah Harisson Azroi menggantikan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Andap Budhi Revianto menggantikan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Bachtiar Baharuddin menggantikan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ridwan Rumasukun menggantikan Gubernur Papua Lukas Enembe, Ayodhia Kalake menggantikan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Sementara Gita Ariadi menggantikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah akan dilantik menyusul karena akhir masa jabatan Gubernur NTB pada 16 September. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN