Sejumlah produk minyak kemasan dijual pedagang di Pasar Kereneng. (BP/sinta)

DENPASAR, BALIPOST.com – Minyak Kita yang merupakan produk minyak sawit dari pemerintah dengan harga eceran tertinggi Rp 14.000/liter kini mulai sulit diperoleh. Hal ini disampaikan sejumlah pedagang di Pasar Kereneng, Senin (28/8).

Made Widiana, salah seorang pedagang sembako yang berjualan di Pasar Kreneng. mengaku sudah tidak dapat barang hingga 2 bulan. “Saya sudah gak jual Minyak Kita sekitar 2 bulan, karena gak dapet pembagian,” Jelasnya.

Baca juga:  Tren Penggunaan Biodiesel Meningkat, Penjualan Melesat Tajam

Ia juga menjelaskan jika selama kelangkaan Minyak Kita ini, minyak merek lain tidak mengalami kenaikan. Hanya saja banyak yang mencari minyak curah karena harganya lebih murah.

Hal ini dirasakan juga oleh Dewa asal Denpasar yang juga merupakan pedagang sembako di Pasar Kreneng. “Kalau dulu banyak dapetnya, sekarang udah 1 bulan gak dapet barangnya. Mungkin karena banyaknya permintaan jadi keteteran pembagiannya, kadang sampai saya cari di luar daerah demi barang ada walaupun harganya jadi lebih mahal,” jelas Dewa.

Baca juga:  Sidak Distribusi Minyak Goreng, Parta Minta Rakyat Jangan di "PHP"

Berbeda dengan Wayan, ia tetap mendapatkan Minyak Kita tetapi tidak banyak. “Sekarang mulai langka, tapi saya tetap dapat, tetapi sangat sedikit dibandingkan yang dulu,” jelasnya.

Ia menjelaskan jika minyak merek lain tidak ada kenaikan. Pascalangkanya Minyak Kita, konsumen lebih memilih membelu minyak curah. “Dibandingkan dengan minyak kemasan, lebih banyak yang mencari minyak curah,” sebutnya. (Sinta/balipost)

BAGIKAN