Wakapolda Bali Brigjen Pol Dr. I Gusti Kade Budhi Harryarsana bersama pejabat sebelumnya, Brigjen Pol. I Ketut Suardana saat acara kenal pamit. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra memimpin upacara sertijab Wakapolda Bali dan sejumlah pejabat utama (PJU) di Gedung PRG, Selasa (18/7). Sejak saat itu Brigjen Pol Dr. I Gusti Kade Budhi Harryarsana, S.I.K., S.H., M.Hum. resmi sebagai Wakapolda Bali menggantikan Brigjen Pol. I Ketut Suardana.

“Satya Haprabu (setia kepada pemimpin), matahari cuma ada satu. Apa yang menjadi perintah pimpinan, jangan ada lagi yang ngarang-ngarang. Memberikan masukan dan saran, silahkan namun dalam hal ini mari kita jadi solusi untuk kerja sama yang baik membawa nama Polda Bali. Jangan sampai kita nodai cederai,” tegas Wakapolda Bali, Brigjen Harryarsana saat acara kenal pamit.

Baca juga:  Jelang Akhir Tahun, Puluhan Gram Narkotika Diamankan

Kepada pejabat lama, Brigjen Suardana, mantan Wakapolresta Denpasar ini berpesan selalu melaksanakan empat pilar agama Hindu. Pertama, cinta kasih, kedua yaitu kesucian hati, ketiga yakni kejujuran dan terakhir pengendalian diri. “Saya siap mengabdi atau ngayah di Bali. Ini ngayah saya ketiga. Pertama sebagai Wakapolresta Denpasar, saya dikenal keras dan tegas. Kedua menjabat Kabid Bidkum Polda Bali selama 2 tahun 6 bulan, lalu melanjutkan Sespimti dan sekarang sebagai Wakapolda Bali,” ujarnya.

Jenderal bintang satu asal Tabanan ini mengajak seluruh personel Polda Bali mendukung Kapolda Irjen Narendra dengan melakukan hal-hal terbaik. “Jangan sampai hanya di mulut saja. Saya minta tunjukkan loyalitas kerja. Kerja lurus dan baik, rejeki ada yang mengatur,” ungkap Harryarsana.

Baca juga:  Operasi Keselamatan Agung 2018, Polantas Harus Jadi Contoh

Sementara Brigjen Suardana menyampaikan, dirinya menjabat Wakapolda Bali selama 2 tahun empat bulan. Pihaknya melaksanakan tugas baik dan berjalan lancar tentunya berkat dukungan seluruh PJU. Sehingga tugas sebenarnya berat tapi rasanya ringan. “Saya bangga sekali dapat tugas di Bali dan sebuah penghormatan besar bagi saya mendapat kepercayaan dan peluang karena bisa melaksanakan tugas dengan baik di Bali,” ungkapnya.

Selama berproses di Bali, lanjut mantan Kapolres Gianyar ini, misalnya saat pandemi Covid-19, berkat dukungan seluruh masyarakat, TNI, pemerintah daerah, PJU dan seluruh kapolres, bisa ditangani dengan baik. Bahkan harus bersyukur karena Provinsi Bali meraih predikat penanganan terbaik COVID-19. “Juga tugas lainnya, saya dipercaya sebagai Wakil Satgas PMK dan tertangani dengan baik. Tentunya ada yang kurang berkenan dan kekurangan kami. Kalau ada yang salah dan tutur kata kurang berkenan, pada kesempatan baik ini kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Seribuan Narapidana di Bali Dapat Remisi, Terbanyak Didapat Lapas Narkotika

Mantan Kapolres Jembrana ini berdoa dan berharap dengan Kapolda dan Wakapolda yang baru, Polda Bali semakin kokoh, kondusif dan semakin dicintai masyarakat. “Terus jaga kekompakan, stabilitas, kolaborasi yang bagus sehingga Polda Bali terus kondusif, aman dan nyaman,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *