Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Kesatuan, Bangsa, dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali menggelar Seminar Nasional Kebertahanan Bali Segara (KBS) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Selasa (6/6). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Kesatuan, Bangsa, dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali menggelar Seminar Nasional Kebertahanan Bali Segara (KBS) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Selasa (6/6). Seminar Nasional yang mengusung topik “Tri Sakti Bung Karno Untuk Kebertahanan Pangider Bali” dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster. Seminar Nasional mengundang 3 orang narasumber, yaitu Dr. Ir. I Ketut Sudiarta, M.Si., Permana Yudiarso, ST.,MT., dan Drs. Ketut Sumarta, yang dimoderatori oleh Wayan Juniarta.

Dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan bahwa seminar ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk penghormatan mengenang jasa-jasa Bung Karno, Bapak Pendiri Bangsa yang telah merumuskan Dasar Negara kita, “Pancasila”. *eminar ini dilaksanakan di tengah derasnya persaingan global, yakni persaingan antar pandangan, persaingan antar nilai-nilai, dan hadirnya ideologi trans nasional radikal  yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal Bali yang adi luhung, yang  dikagumi oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia.

Oleh karenanya, perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka memperkuat jati diri bangsa, khususnya kearifan lokal Bali. Salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali.

Baca juga:  WFH dan Pembelajaran Daring Dongkrak Penjualan Ponsel Xiaomi

Dalam hal ini, seluruh dedikasi, semangat dan inspirasi perjuangan Bung Karno mutlak harus ditauladani sebagai bentuk penghormatan dan pendalaman paling utama tentang ajaran Bung Karno yang terus mengalir sepanjang masa memberikan kesejukan bagi kehidupan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Untuk menunjukkan rasa hormat dan bhakti kepada Bung Karno sebagai Bapak Bangsa, dengan Ajaran Trisakti Bung Karno yang meliputi Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, Berkepribadian dalam Kebudayaan, sangat relevan untuk mewujudkan keharmonisan alam, manusia dan kebudayaan Bali dalam menyongsong Bali Era Baru, sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Maka, Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan perayaan Bulan Bung Karno yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Tujuannya antara lain untuk memperkuat nilai gotong-royong, persatuan dan kesatuan, serta membangun jati diri manusia Bali melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila yang di implementasikan dengan laku dan peradaban Genuine Bali.

Terkait dengan tema Seminar Nasional, Gubernur Koster mengatakan bahwa lautan adalah keajaiban alam yang kaya dan kompleks, menyediakan habitat bagi berbagai spesies dan mempengaruhi iklim global. Namun sekarang ini, tantangan besar menghadang kita dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut, dimana perubahan iklim, polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan kerusakan terumbu karang hanyalah beberapa dari sekian banyak masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Baca juga:  KPU Sebut Hasil Pemilu 2024 Diumumkan Hari Ini

Oleh karena itu, melalui seminar ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu, diskusi yang mendalam, serta pertukaran ide yang inovatif. Sehingga dapat dijadikan salah satu bahan masukan dalam pengambilan kebijakan di sektor kelautan di masa mendatang yang lebih holistic, scientific-based dan dapat dipertanggung jawabkan menuju kemajuan nyata dalam bidang kelautan dan perikanan.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno V Tahun 2023 dengan tujuan mengimplementasikan Tri Sakti Bung Karno yang meliputi Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. Peserta seminar antara lain akademisi, praktisi dan unsur masyarakat yang berkaitan langsung dengan sektor /bidang Kelautan dan perikanan di Provinsi Bali, serta unsur Ormas se-Bali serta OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Ngurah Wiryanata menjelaskan pelaksanaan Bulan Bung Karno V tahun 2023 didasari oleh Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Tahun ini mengambil tema “Mahajnana Segara Kerthi”, yang mengandung makna Pemuliaan Laut, Pendalaman Ajaran Bung Karno. Diungkapkan, selama bulan Juni 2023 ini akan merayakan sekaligus Hari Lahir Pancasila yang ke 78 Tahun pada tanggal 1 Juni 2023, Hari Lahirnya Bung Karno yang ke-122 tahun pada tanggal 6 Juni 2023 dan Hari Wafatnya Bung Karno yang ke-53 pada tanggal 21 Juni 2023.

Baca juga:  Lahan Pertanian Rusak, Pemkab Bangli Ajukan Pengadaan Bibit ke Pusat

Adapun rangkaian kegiatan pelaksanaan Bulan Bung Karno V Tahun 2023 diisi dengan berbagai kegiatan. Antara lain, Apel Hari Lahir Pancasila dan Pembukaan Bulan Bung Karno V Tahun 2023, Hari Lahir Bung Karno dengan kegiatan Seminar Nasional Kebertahanan Bali Segara, Kerja Bersih Segara dan Karya Bhakti Sosial di kawasan Pantai Padanggalak Denpasar, Hari Wafat Bung Karno dengan kegiatan Kerthi Bali Sejahtera Nyekar ke Makam Bung Karno di Blitar, Kompak KBS – Sinergi Kerja Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera, Kerja Bhakti Tim Desa KBS di seluruh Desa se-Bali, dan Penutupan Bulan Bung Karno dengan Gelar KBS – Konser Bhakti Soekarno/Pergelaran Musik Inisiatif Musisi.

Selain itu, juga akan dilaksanakan juga kegiatan tambahan. Antara lain, Touring Kebangsaan bekerjasama dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia) dan Ormas se-Bali, dan Apel Kirab Kebangsaan bekerjasama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) serta semua OPD dan komponen masyarakat se-Bali. (Winatha/balipost)

BAGIKAN