Kandang milik peternak terlihat kosong karena ternak babinya mati terjangkit penyakit dengan gejala kurang nafsu makan. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Ribuan babi milik peternak Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, mati mendadak. Hal yang sama juga menimpa perusahaan ternak babi PT. Anugerah Bersama Sukses (ABS).

Babi-babi itu mulai mati satu per satu sejak seminggu lalu. Kondisi itu pun merembet ke beberapa peternak babi di Desa Bila.

Wayan Darsana, salah satu peternak babi mengatakan kondisi itu telah dialaminya sejak akhir Maret. Babi yang mati mengalami gejala kurang nafsu makan hingga mogok makan. “Awalnya makan sedikit-sedikit sampai tidak mau makan. Hanya minum air saja. Kalau dibiarkan akhirnya mati,” terangnya, Kamis (4/5).

Baca juga:  Hajatan Pernikahan, Belasan Warga Diduga Keracunan Makanan

Ia mengklaim gejala itu seperti terjangkit virus African Swine Fever (ASF) yang pernah terjadi di 2020.

Baca selengkapnya di media partner DENPOST.id

BAGIKAN