Hasil survei Indopolling Network tentang elektabilitas partai politik di DKI Jakarta. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Elektabilitas PDI Perjuangan masih berada di atas dan menguasai dukungan pemilih di DKI Jakarta, sebagaimana hasil Pemilu 2019. Demikian hasil survei Indopolling Network.

“Dari simulasi pertanyaan tertutup pilihan partai, elektabilitas PDIP saat ini masih unggul di DKI Jakarta dengan elektabilitas sebesar 22,8 persen,” kata Direktur Riset Indopolling Network Dewi Arum Nawangwungu ketika dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Kantor Berita Antara, Minggu (27/11).

Kemudian, disusul oleh PKS (18,1 persen), Gerindra (11,2 persen), NasDem (8,8 persen), Demokrat (6,4 persen); Golkar (4,8 persen), PPP (4 persen) dan PKB (3,7 persen). Sementara, elektabilitas partai lainnya masih di bawah 3 persen. “Jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019, adanya pergeseran posisi dukungan, di mana PKS berada di posisi kedua menggeser partai Gerindra,” kata Arum.

Baca juga:  Ajak Peduli Citarum, Ini yang Dilakukan Sido Muncul

Arum menjelaskan, dilihat dari sebaran dukungan wilayah, PDIP terlihat menguasai dukungan dari wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. “Sementara PKS terlihat unggul di wilayah Jakarta Selatan,” ujarnya.

Selain elektabilitas partai, survei itu juga memotret respons publik Jakarta terkait sikap mereka terhadap potensi penggunaan sarana tempat ibadah sebagai lokasi kampanye, maupun penggunaan isu SARA dalam proses kampanye pada ajang Pilpres 2024 yang akan datang.

Baca juga:  DPRD Bangli Godok Ranperda RTRW

“Mayoritas publik DKI Jakarta (65,5 persen) menyatakan penolakannya terhadap penggunaan tempat ibadah tertentu sebagai ajang sosialisasi/kampanye capres-cawapres,” ujarnya.

Mayoritas publik (71,8 persen) juga menyatakan menolak penggunaan isu SARA dalam meyakinkan dukungan kepada pemilih. “Penarikan sampel kami lakukan dengan metode Multistage Random Sampling selama periode 8-13 November 2022 dari populasi warga DKI Jakarta yang telah memiliki hak pilih,” kata dosen Ilmu politik FISIP Universitas Brawijaya itu.

Baca juga:  PDIP Jatuhkan Sanksi ke Ganjar

Adapun jumlah sampel dalam survei ini sebesar 880 responden dengan Margin of Error sebesar + 3,4 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. (kmb/balipost)

BAGIKAN