DENPASAR, BALIPOST.com – Selain di hotel dan restoran, para delegasi dan pemimpin negara peserta KTT G20 juga membutuhkan makanan dan minuman saat penerbangan kembali ke negara asal menggunakan pesawat kepresidenan masing-masing. Ribuan porsi makanan harus disiapkan terdiri dari ratusan jenis menu.

Aerofood Indonesia atau dikenal dengan Aerofood ACS dipercaya melayani kebutuhan katering bagi pesawat VVIP peserta dan undangan KTT G20. Direktur Utama Aerofood ACS I Wayan Susena saat ditemui di kantor ACS Bandara Ngurah Rai mengatakan, ada 24 pesawat kenegaraan yang dilayani pihaknya. “Ada 24 pesawat VVIP baik peserta maupun undangan yang mengikuti KTT G20,” terang pria kelahiran Tabanan ini.

Melayani katering para delegasi termasuk pemimpin negara yang terbang menggunakan pesawat kepresidenan menjadi tantangan tersendiri bagi Aerofood ACS. Mengingat rasa, bahan dan menu makanan yang disuguhkan haruslah yang terbaik. “Kami menyiapkan sekitar enam ribu porsi makanan, sekitar 118 menu untuk ke 24 pesawat VVIP yang kami layani,” terang Susena.

Baca juga:  GJKK Hibur Warga Kota Singaraja

Menu makanan yang disiapkan juga harus menyesuaikan dengan permintaan, termasuk rasa agar dapat diterima terutama oleh presiden atau pemimpin negara yang menggunakan pesawat VVIP saat KTT G20. Persiapan untuk melayani katering pesawat VVIP inipun telah dilakukan sejak sebulan sebelumnya.

Untuk proses produksi makanan dan minuman, menurut Susena yang pernah menjabat sebagai Direktur Teknik PT Garuda Indonesia ini sepenuhnya dilakukan oleh tenaga Aerofood ACS. Namun, ada pula negara yang menyiapkan chef khusus untuk ikut mengawasi proses pengolahan dan penyajian. “Untuk memastikan keamanan makanan, kami bekerja sama dengan BPOM untuk uji labnya,” terang Susena.

Baca juga:  Pemilik 15 Kg Ganja Diadili

Memasak dan mneyiapkan enam ribu porsi makanan untuk kebutuhan tamu VVIP Pesawat peserta dan Undangan KTT G20 tentu membutuhkan bahan baku yang tidak sedikit. Direktur Utama Aerofood Indonesia atau dikenal sebagai Aerofood ACS, I Wayan Susena mengatakan hampir 70 persen bahan baku berupa sayur dan buah-buahan merupakan hasil petani lokal Bali. “Sebagian besar, hampir sekitar 70 persen bahan baku untuk catering pesawat VVIP peserta KTT G20 merupakan produk pertanian lokal Bali,” terangnya.

Diakui masih ada penggunaan produk impor namun itu hanya untuk bahan-bahan yang memang tidak tersedia di Bali. Untuk daging sapi yang biasanya impor, kini sudah mulai menggunakan daging sapi peternak Bali. Dengan pengolahan yang baik, daging lokal rasanya tidak kalah dengan daging impor.

Baca juga:  Dua WN Jepang Ditemukan Tewas Terbakar, Olah TKP Dilanjutkan Besok

Susena mengaku pihaknya merasa bangga karena mendapatkan kepercayaan untuk penyediaan makanan dan minuman tamu kenegaraan yang ikut dalam perhelatan KTT G20. “Ini merupakan kebanggaan bagi kami di ACS, karena menjadi bagian penting dari kesuksesan pelaksanaan KTT G20 di Bali,” terang alumni ITS Surabaya ini.

Menyinggung tentang strategi bisnis Aerofood ACS sebagai cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ke depan yang akan dilaksanakan, Susena memaparkan tidak saja penyediaan katering bagi pesawat. “Kami mengembangkan bisnis jasa katering bagi rumah sakit dan juga industri. Kami optimis ke depan, ACS akan membaik dari segi bisnis,” tegasnya. (Nyoman Winata/balipost)

BAGIKAN