MANGUPURA, BALIPOST.com – Volume kedatangan delegasi KTT G20 mulai meningkat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Widodo Ekatjahjana memastikan bahwa pemeriksaan penumpang reguler tidak akan terganggu.

“Seiring dengan datangnya para delegasi jelang acara puncak KTT G20, kami pastikan pemeriksaan terhadap penumpang reguler (dengan tujuan wisata) tidak akan terganggu. Pada terminal kedatangan, kami telah siapkan 13 konter pemeriksaan non delegasi G20 dengan 4 petugas tiap kantornya. Dengan jumlah tersebut kami mampu menyelesaikan 3.120 pemeriksaan paspor per jam,” kata Widodo, Senin (14/11).

Baca juga:  Kapolsek Blahbatuh Motivasi Anak-anak Ikuti Vaksinasi

Imigrasi Ngurah Rai sebagai penanggung jawab area imigrasi pada Bandara Ngurah Rai juga telah memisahkan jalur kedatangan antara delegasi dan penumpang reguler untuk memperlancar alur kedatangan.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Sugito menyampaikan bahwa berdasarkan data perlintasan keimigrasian pada 13 November 2022, telah masuk melalui Bandara Ngurah Rai sejumlah 746 delegasi dan jurnalis G20 dengan rincian 675 delegasi dan 71 jurnalis. “Jumlah tersebut mungkin akan meningkat pada hari ini (14/11/2022) mengingat besok merupakan acara puncak KTT G20,” terang Sugito.

Baca juga:  Dewan Sidak Pabrik Aspal Soal Keluhan Warga Bantas

Sementara untuk penumpang reguler, berdasarkan sistem perlintasan keimigrasian pada TPI Bandara Ngurah Rai tercatat pada 13 November 2022 jumlah kedatangan sejumlah 10.310 penumpang dan jumlah keberangkatan sejumlah 10.899.

Presidensi G20 tahun 2022 merupakan yang pertama bagi Indonesia selama bergabung menjadi anggota G20 sejak forum internasional tersebut dibentuk pada 1999. Indonesia adalah satu-satunya anggota ASEAN dan G20 yang berperan penting dalam pemulihan kesehatan dan ekonomi dunia.

Baca juga:  Aliansi Pemuda Bali Deklarasi Dukungan Gubernur Koster Dua Periode

Dengan memegang presidensi G20 tahun 2022, Indonesia dapat mengorkestrasi agenda pembahasan pada G20 agar mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian Indonesia. Kesempatan ini juga menunjukan kepemimpinan Indonesia dalam kancah internasional khususnya dalam pemulihan ekonomi global.

Pertemuan-pertemuan G20 yang berlangsung di Indonesia juga menjadi sarana memperkenalkan pariwisata serta produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional sehingga turut menggerakkan perekonomian Indonesia. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN