Direktur RSJP Bali, Dewa Gede Basudewa. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Pasien rawat jalan rumah sakit jiwa (RSJ) Provinsi Bali yang tinggal di wilayah Denpasar dan Gianyar kini mendapat kemudahan dalam melakukan kontrol ke rumah sakit setempat. Sebab pemerintah Provinsi Bali menyediakan layanan bus dengan rute Denpasar-Bangli yang secara khusus singgah ke RSJ.

Direktur RSJ Provinsi Bali dr. Dewa Gede Basudewa, Sp. Kj mengatakan uji coba layanan pengoperasian bus tersebut sudah dilakukan Senin (26/9). Bus berangkat ke Bangli dari GOR Ngurah Rai Denpasar.

Baca juga:  Ini, Identitas Tiga Korban Tewas di Jalur Bangli-Besakih

Dalam uji coba, Basudewa mengaku pihaknya sempat memaparkan kepada para penumpang bus agar tidak khawatir dan takut dengan pasien RSJ yang ikut menumpang. Sebab pasien yang menumpang bus merupakan pasien poliklinik yang kesehatannya sudah baik dan bisa diajak kerja sama. “Kami harapkan agar bagaimana bus ini bisa ramah dengan ODGJ,” imbuhnya.

Jelas Basudewa, layanan transportasi itu merupakan program Dinas Perhubungan Provinsi Bali. Layanan itu disediakan untuk antar jemput pegawai dan mahasiswa UHN Sugriwa. Tetapi pihaknya secara khusus memohon kepada Dishub agar layanan bus itu bisa singgah ke RSJ. “Astungkara disetujui,” kata Basudewa.

Baca juga:  Karena ini, Oknum Mahasiswa Diamankan

Pihaknya mengaku butuh adanya layanan transportasi tersebut untuk memfasilitasi pasiennya yang tinggal di luar Bangli melakukan rawat jalan ke RSJ. Dengan adanya layanan bus itu diharapkan bisa mengurangi beban biaya pasien dan keluarga pasien untuk datang kontrol ke RSJ. Apalagi selama tiga bulan kedepan layanan bus itu gratis.

Diharapkan dengan adanya layanan bus itu tidak ada lagi pasien yang terkendala transportasi dalam berobat rawat jalan ke RSJ. “Kami harapkan kasus pasien putus berobat akan menurun,” harapnya.

Baca juga:  Badung akan Tetapkan 4 Obyek Ini Jadi DTW

Basudewa juga mengatakan sejalan adanya layanan transportasi itu pihaknya juga akan mendata kembali pasien rawat jalan RSJ yang ada di wilayah Denpasar dan Gianyar. “Kami catat pasien yang harusnya kontrol Tapi tidak kontrol. Nanti kalau ada yang sebulan tidak kontrol akan kami coba telpon apa masalahnya, kendalanya,” kata Basudewa. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *