Giri Prasta. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Nama Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta digunakan meminta sejumlah uang kepada korbannya. Modusnya, oknum menggunakan foto profil Bupati Giri Prasta pada WhatsApp (WA).

Nomor WA tersebut menghubungi korban dengan mengaku sebagai ajudan Bupati Badung. Oknum itu meminta sejumlah uang mengatasnamakan Bupati Giri Prasta.

Video penipuan dan beberapa chat itu pun sempat ramai di beberapa akun media sosial. Ini, juga diunggah akun resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kabupaten Badung.

Baca juga:  Luhut Sebut Sejumlah Kabupaten/kota Masuk PPKM Level 4

Menyikapi hal ini, lGiri Prasta meminta agar masyarakat tidak asal percaya jika ada seseorang yang mengatasnamakan dirinya. “Itu namanya Hacker ya. Jadi saya mau apapun yang terjadi pada teknologi ini, kepada warga masyarakat agar melakukan kroscek jika mendengar atau melihat sesuatu yang belum pasti,” tegas Giri Prasta, saat ditemui Kamis (15/9).

Menurutnya, upaya penipuan ini terjadi hanya memanfaatkan dan membohongi masyarakat. Sebab, tidak semua orang suka pada dirinya. “Kan tidak semua orang suka dengan saya. Jadi prinsip orang tidak suka itu, kan bisa berdasarkan dari rasa iri. Bukan karena kejelekan,” ucapnya.

Baca juga:  Vaksinasi Masyarakat Umum di Bali Disebut Bisa di Nari Graha, Ini Kenyataannya

Pejabat asal Pelaga, Petang ini mengutarakan sebelumnya tidak pernah menemukan kasus yang mencatut namanya. Bahkan, ia mengaku baru kali pertama namanya digunakan untuk menipu masyarakat. “Untuk kasus penipuan saya tidak pernah kena. Namun untuk kasus yang mengatasnamakan saya, saya tidak tahu. Itu baru kemarin saja saya tahu,” katanya.

Giri Prasta menilai, dengan berkembangnya teknologi digital, besar kemungkinan muncul kejahatan di luar jangkauan masyarakat secara umum. “Jadi sekali lagi saya imbau jika ada persoalan apapun, jangan percaya dulu. Kroscek kebenarannya dan dipastikan. Jangan sampai di era yang susah ini penipuan makin banyak,” tegasnya. (Parwata/balipost)

Baca juga:  Singapura Tutup Sekolah, Sebut Varian Baru COVID-19 Lebih Mudah Menyerang Anak-anak
BAGIKAN