Pengiringan bade atau wadah menuju setra dalam upacara ngaben massal Mahagotra Catur Sanak Bali Mula Semeton Kayuan disaksikan ribuan warga. (BP/jay)

BANGLI, BALIPOST.com – Puncak ngaben massal Mahagotra Catur Sanak Bali Mula Semeton Kayuan, Desa Songan, Kecamatan Kitamani, Kabupaten Bangli, berlangsung pada Rabu (7/9). Peserta ngaben massal kali ini diikuti 46 sawa ditambah dengan 91 nyabitang atau ngelungah (kerangka jenazah secara simbolis).

Pada puncak upacara, prosesi kegiatan tersebut berlangsung lancar, aman dan tertib. Bahkan saat pengiringan bade atau wadah (menara pengusung sawa) menuju setra, ribuan masyarakat Desa Songan dan warga lainnya ikut menyaksikan jalannya upacara dan mereka terlihat sangat antusias.

Menurut Panitia Pengabenan Massal, Jero Ketut Marsidi prosesi ngaben massal ini telah dimulai sejak 19 Agustus 2022. Upacara diawali dengan Ngeruk Karang, Guru Dadi dan Negtegang.

Baca juga:  Desa Adat Kutuh Gelar Ngaben Massal Perdana

Kemudian keesokan harinya pada Saniscara Pon Matal, 20 Agustus dilaksanakan Mabumi Suda dan Ngerancang (mulai membuat kerangka bade atau wadah). Sedangkan pada Soma Kliwon Uye, 22 Agustus dilakukan upacara Malaspas Wewangunan. Seminggu kemudian yakni pada Soma Paing Menail, 29 Agustus digelar Mendak Dewa Dewi.

Lebih lanjut dijelaskan, pada Anggar Pon Menail dilaksanakan kegiatan Nuur Tirta Piuning dan dilanjutkan Makarya Kwangen, Tatukon dan Pangawak (Saniscara Paing Menail, 3 September 2022). Dilanjutkan dengan kegiatan Malaspas, Ngeplugin, Nebusin (Ngulapin) Durung Tuuh Atiban, Nebusin Giri Pati, Nebusin Umum dan Ngringkes Lalang. “Sehari sebelum puncak karya, dilaksanakan kegiatan Ngaskara/Pemerasan,” kata Jero Ketut Marsidi didampingi Jero Putus Aman.

Baca juga:  Desa Adat Serongga Gelar Ngaben Massal

Usai dilaksanakan upacara Ngaskar, keesokan harinya merupakan puncak upacara. Proses pengiringan sarana upakara dan lalang menuju setra, mulai dilaksanakan pukul 02.00 WITA. “Di Desa Pakraman Songan ini ada empat kelompok melaksanakan upacara Ngaben Massal. Nah, kelompok kami yang dapat jadwal pertama, sehingga acara dimulai subuh yakni pukul 02.00 WITA. Dan selesai pada pukul 11.00 WITA,” ucapnya.

Setelah puncak karya, nantinya akan dilaksanakan upacara Mabumi Sudan dan Ngeroras pada Sukra Pon Perangbakat, 9 September 2022. Keesokan harinya dilakukan kegiatan Mendak Nuntun ke Pura Goa Lawah, Kabupaten Klungkung dan Pura Agung Besakih, Kabupetan Karangasem. Dilanjutkan dengan proses Ngelinggihang pada Redite Kliwon Bala, 11 September 2022. “Dari kegiatan awal sampai puncak karya, astungkara semuanya berjalan lancar. Untuk semua pihak yang telah mendukung upacara ini, kami ucapkan banyak Terima kasih. Baik itu warga Desa Songan, warga di luar Songan, kepolisian, TNI dan juga pemerintah Kabupaten Bangli,” tutupnya. (Pramana Wijaya/balipost)

Baca juga:  Samakan Persepsi Bebantenan Dalam Upacara Bayi Baru Lahir Hingga Otonan
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *