Ni Made Ayu Rita Sari. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mahasiswa dan berbagai ruang dan aktivitas kampusnya cenderung mengekpresikan diri. Generasi muda dengan beragam talenta ini mestinya dirawat dengan keterbukaan informasi dan dihargai sikap kritisnya.

Anggota Unit Pers Akademika Mahasiswa Unud, Ni Made Ayu Rita Sari, pada Dialog Kebangsaan Merawat Generasi yang digelar Bali Post mengatakan, UKM Pers di Unud memberikan ruang dialog dan saluran terbuka bagi mahasiswa Unud beriteraksi lewat tulisan. ‘’Pers kampus tetap tumbuh dan bergerak di Unud. Iklim keterbukaan informasi yang terus dijaga ini kami kelola dengan mewadahi pemikiran kritis rekan mahasiswa,’’ ujarnya.

Baca juga:  Mengeksplorasi Lagu Perjuangan untuk bela Negara

Ia berpandangan Pers Bali Post yang kini memberi ruang dialog bagi mahasiswa pantas diapresiasi. Bali Post sebagai media publik, dan kredibel nyata-nyata hadir dan memberikan ruang bangkit dan berinteraksi bagi mahasiswa. Ini hendaknya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menyuarakan sikap kritis lewat saluran media massa,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, Pers Akademika di Universitas Udayana tumbuh dan berkembang hadir untuk mewadahi sikap kritis, memupuk nasionalisme dan cakap sebagai generasi merawat generasi pewaris budaya. Tidak hanya itu, lewat tulisan-tulisan opini anggota Pers Akademika juga mampu menguatkan rasa nasionalisme. Upaya literasi yang tertuang dalam website dibagikan ke seluruh mahasiswa Unud sebagai alat refleksi diri terhadap rasa nasionalisme.

Baca juga:  Varta.id Segera Diluncurkan

Dukungan datang dari anggota BEM ITB Stikom Bali, Wahyu Abdi. Dikatakan, lewat Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK), mahasiswa dapat merawat kebudayaan. Peran TIK menjadi sentral dalam merawat kebudayaan di era teknologi karena kehidupan saat ini tidak bisa terlepas dari teknologi. Kini di era digital, pers dengan berbagai platformnya bisa dijadikan ruang komunikasi terbuka untuk menyuarakan pemikiran dan sikap generasi muda. Bersuara, beropini di media kredibel dan terpercaya tentu diharapkan mengoptimalkan sasaran aspirasi tanpa harus menjadi parlemen  jalananan. Dan hal ini juga melindungi sikap kritis generasi muda dari serapan Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). (kmb/balipost)

Baca juga:  Pembunuh Buruh Proyek Ditangkap, Sajam Masih Dicari
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *