Suasana di jalan short cut Canggu, Badung yang dipenuhi beragam reklame di pinggir jalannya. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Berawa, Kuta Utara, banyak dikeluhkan masyarakat dan wisatawan. Oleh karena itu, kepolisian bersama instansi terkait lainnya mengkaji penyebab kemacetan tersebut, Kamis (11/8).

Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari menjelaskan rapat tersebut membahas soal kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah jalan di wilayah Desa Tibubeneng, seperti Jalan Berawa, Jalan Sri Kahyangan dan Short Cut menuju Bumbak.

Baca juga:  Pemprov Bali Terbaik MCSP 5 Tahun Beruntun, Gubernur Koster: Promosi Jabatan Terapkan Merit, Pengadaan Barang-Jasa harus Bersih

“Kami membahas kemacetan lalu lintas yang terjadi pada beberapa minggu terakhir, terutama di wilayah Desa Tibubeneng,” ujarnya.

Kompol Diah mengungkapkan, ada beberapa faktor jadi pemicu kemacetan tersebut, salah satunya padatnya volume pergerakan kendaraan. Selain itu, tidak adanya marka jalan yang memisahkan lajur arus kendaraan dan personel lalu lintas yang kurang memadai karena terploting di jalur utama saja.

Selain itu, jalan menuju Pantai Berawa tergolong sempit dan tidak ada tempat parkir yang memadai sehingga banyak masyarakat yang memarkir kendaraanya di pinggir jalan. Faktor inilah jadi pemicu kemacetan di sana.

Baca juga:  Jelang Konferda, Tabanan Usulkan Dua Nama Calon Ketua DPD PDIP Bali

Dari rapat tersebut disepakati akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas dan pemberlakuan satu arah baik dari Pantai Berawa maupun di depan Atlas Fest Beach Club dan Jalan Raya Sri Kahyangan. “Kami imbau ke seluruh pengguna jalan yang akan memasuki wilayah Kecamatan Kuta Utara agar mematuhi peraturan lalu lintas. Selain itu selalu hati-hati, mengingat padatnya aktivitas lalu lintas di wilayah Kecamatan Kuta Utara,” kata Diah. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Dari Korban Jiwa COVID-19 Bali Tambah Banyak hingga Belasan Orang Dibina
BAGIKAN