Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali saat memberikan sambutan dalam acara FGD III Side Event G20 Indonesia. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali saat memberikan sambutan dalam acara FGD III Side Event G20 Indonesia “Digital Economy to Support SDGs” di Hilton Hotel & Resort, Nusa Dua, Badung, Senin (8/8). Acara dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, dan Kementrian BUMN RI secara virtual.

Hadir pula Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa, Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Taufik Hanafi, hingga narasumber dari mantan Menteri Perencanaan Venezuela (1992-1993), Racardo Hausmann, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2009-2014), Armida Alisjahbana, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (1998-1999) dan Wakil Presiden RI (2009-2014), Budiono, dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2016-2019) serta mantan Menteri Riset dan Inovasi RI (2019-2021), Bambang Brodjonegoro.

Ekonomi Kerthi Bali, kata Gubernur Koster merupakan upaya untuk memperkuat dan menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali guna mengimplementasikan visi pembangunan Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dimana visi tersebut untuk mewujudkan keseimbangan atau keharmonisan Alam Bali, Manusia Bali, dan Kebudayaan Bali sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber utama kesejahteraan atau kebahagiaan kehidupan manusia, meliputi Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi guna terwujudnya Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi.

Baca juga:  Ekonomi Syariah Solusi Atasi Kesenjangan Sosial

Lebih lanjut mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut Ekonomi Kerthi Bali memiliki 6 sektor unggulan yang menjadi Pilar Perekonomian Bali, yaitu meliputi: 1) Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan dengan Sistem Pertanian Organik; 2) Sektor Kelautan dan Perikanan; 3) Sektor Industri Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Branding Bali; 4) Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi; 5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital; dan Sektor Pariwisata.

Konsep Ekonomi Kerthi Bali secara nyata memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara Niskala-Sakala, serta dalam penerapannya akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap upaya penurunan emisi karbon. “Respon anak muda Bali bertalenta sangat luar biasa dan cepat menyesuaikan di dalam melaksanakan ekonomi kreatif dan digital. Kemudian untuk mewujudkan keharmonisan alam, hijau/ramah lingkungan, kami telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, yang mana pembangkit tenaga listrik di Bali harus menggunakan bahan bakar ramah lingkungan dan menggunakan PLTS berteknologi Rooftop, serta didukung oleh Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Selain itu, Kami gencar mengembangkan Sistem Pertanian Organik yang diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 dengan hasil cukup mengembirakan, dimana dari 70 ribu hektar sawah di Bali, sudah ada 29.800 hektar sawah yang menggunakan sistem organik dan Kami target semua sawah sudah organik di Tahun 2024,” jelas Gubernur Bali jebolan ITB ini yang disambut tepuk tangan.

Baca juga:  Gunakan Hak Pilih, Giri Prasta Optimis KBS-Ace Menang Telak di Badung

Mengakhiri sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menegaskan Konsep pembangunan Ekonomi Kerthi Bali telah digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS dalam menyusun program Transformasi Ekonomi Bali melalui Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera, serta diluncurkan secara resmi oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo pada tanggal 3 Desember 2021.

Baca juga:  Era Kepemimpinan Wayan Koster, Pasar Seni Sukawati Dibangun Megah Gunakan APBN

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2016-2019), Bambang Brodjonegoro menilai ekonomi Bali nantinya akan kuat di sektor industri pengolahan yang berbasis sumber daya alam dan berdasarkan skill yang dimiliki oleh masyarakat Bali berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal Bali. Sedangkan Sekretaris Menteri PPN, Taufik Hanafi menyatakan telah melihat secara nyata bahwa Bali telah melaksanakan dari enam strategi transformasi ekonomi, baik dari aspek SDM hingga transformasi digitalnya agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (pendapatan kelas menengah). (kmb/balipost)

BAGIKAN