Taufik R. Gani ditahan di Polsek Denbar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus maling beraksi telanjang, Taufik R. Gani (27), masih dikembangkan anggota Polsek Denpasar Barat (Denbar). Setelah ditangkap usai membobol Pusat Gadai, Jalan Teuku Umar, Denpasar, Jumat (29/7), pelaku tidak kooperatif.

Polisi menemukan kartu kredit dan diduga hasil curian di wilayah Canggu, Kuta Utara. “Pelaku menutupi dimana TKP-nya. Tempat kosnya pun dirahasiakan,” tegas Kapolsek Denbar Kompol Made Hendra Agustina, Senin (8/8).

Pelaku asal Manado, Sulawesi Utara ini, menurut Kompol Hendra, saat beraksi terekam CCTV dan kondisi telanjang. Akibat kejadian ini, Bagus Darma selaku korban mengalami kerugian Rp 3 juta, kehilangan 2 unit kamera CCTV serta kerusakan bangunan akibat dijebol oleh pelaku.

Baca juga:  Duel dengan Maling, Turis Luka Parah

Berbekal hasil olah TKP, keterangan saksi dan rekaman CCTV yang ada di TKP, Tim Opsnal Polsek Denbar dipimpin Iptu Kevin Mario Imanuel Simatupang melakukan penyelidikan. Polisi mengantongi ciri-ciri pelaku yaitu tato di lengan.

Akhirnya pelaku berhasil dibekuk di Jalan Legian, Kuta. “Pelaku tiga kali masuk penjara. Pertama kali dia ditangkap di Sumatera. Setelah itu ditangkap Polsek Ubud dan terkahir Polsek Denbar,” ujarnya.

Baca juga:  Positif COVID-19 di Badung Tambah

Saat ditangkap di Sumatera, pelaku memamerkan uang hasil menjual barang curiannya di medsos. Pelaku memang aktif di medsos bahkan sampai memiliki 1 juta followers.

Setelah bebas, pelaku ke Bali dan beraksi di wilayah Ubud. “Pelaku bebas sebulan lalu dan beraksi lagi di wilayah Denbar,” tegasnya.

Ternyata pelaku dua kali membobol Pusat Gadai. Awal aksinya, pelaku tidak dapat hasil maksimal. Akhirnya dia beraksi untuk yang kedua kalinya. “Pelaku telanjang untuk memudahkan masuk ke ruang utama. Dia juga menggunakan gerinda untuk memotong besi,” ucap Hendra.

Baca juga:  Air Meluap, Proyek Penataan Tukad Badung Terendam

Untung saja korban menyimpan DVR CCTV di lemari baja. Oleh karena itu aksinya pelaku tersimpan. “Terungkapnya kasus ini dari foto tato yang kami dapat di akun medsos pelaku. Pelaku memang aktif di medsos. Kaki pelaku terpaksa kami tembak karena melakukan perlawanan,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN