Proses evakuasi kapal terkendala gelombang tinggi di tengah laut. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses evakuasi terhadap Kapal Tongkang Simindo 4 dan Tugboat Perkasa Wana 1 PT Alpiando Karya Kartika yang terdampar dan tenggelam di Perairan Tanah Ampo, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis terus dilakukan. Hanya saja, untuk proses evakuasi kapal sedikit terhambat akibat gelombang tinggi.

Berdasarkan pantauan, upaya evakuasi atau pengapungan Tugboat Perkasa Wana 1 pada pagi ini masih terus di upayakan. Saat ini, evakuasi mengalami sedikit kemajuan. Dimana saat ini mulai terapungnya setengah badan kapal. Sementara, untuk Kapal Tongkang Simindo 4 masih kandas di pesisir pantai.

Baca juga:  Hujan Deras, Pelajar Asal NTB Meninggal Tabrak Trotoar

Salah seorang crew atau pekerja, mengatakan, proses pengapungan yang mengalami sedikit kendala. Pasalnya, gelombang ombak yang cukup tinggi sangat mengganggu posisi alat apung dan membuat alat apung sering putus.

“Karena sering terlepas, sehingga tidak berfungsi maksimum, terlebih beratnya kapal akibat ruangan kapal penuh terisi pasir. Tapi, syukur kapal mulai terapung dan sedikit terdorong ke pesisir sehingga kondisi kapal kembali kandas, namun sebagian badan kapal sudah terangkat,” ucapnya.

Baca juga:  Dua Anggota DPRD Bali Tak Terima Alokasi Hibah Dipangkas

Dia menjelaskan, melihat posisi kapal saat ini, maka pihaknya bakal melakukan pengurasan pasir yang ada di kapal. “Untuk pengurasan pasir itu, kita menunggu air surut dulu. Setelah surut, baru kita bisa berkerja. Biasanya sore air mulai sedikit surut,” imbunya.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandar dan Otoritas Penyebrangan (KSOP) Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin menjelaskan, kalau gelombang tinggi di tengah laut yang tak bersahabat, memang menjadi kendala petugas untuk melakukan proses evakuasi kapal. “Kondisi ombak memang menyulitkan evakuasi. Meskipun demikian, namun proses evakuasi tetap dilaksanakan sampai kapal tersebut berhasil dievakuasi,”ujarnya. (Eka Prananda/Balipost).

Baca juga:  Gelombang Pasang Tinggi, Proyek Revertment Dihentikan Sementara
BAGIKAN