Wisatawan domestik sedang berada di Pantai Kuta, Badung. Menjelang akhir tahun, jumlah kunjungan ke Bali mengalami peningkatan signifikan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan ke Bali mulai meningkat. Kunjungan wisatawan domestik telah mencapai 14.000 per hari atau 60 persen dari kunjungan normal yang mencapai 20.000 – 30.000 per hari. Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 9.000 per hari atau 60 persen dari kunjungan normal yang mencapai 15.000 per hari.

 

Menurut Ketua PHRI Badung, Agung Rai Suryawijaya walaupun pengusaha sudah mulai mendapatkan profit dari tingkat kunjungan 60 persen, namun belum bisa membayar hutang. “Belum bisa membayar hutang-hutang yang ada di bank,” tandasnya.

Baca juga:  Begini Kronologis Penggerebekan Pengoplos Arak

Ia mengatakan, sekarang kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 9.000 orang dengan 23 maskapai penerbangan. Kondisi pariwisata telah pulih 60 persen dan menurutnya game changer pemulihan sangat tergantung dari kesuksesan G20. “Game changer-nya adalah keberhasilan G20. Yang akan diadakan puncaknya di bulan November 2022,” ujarnya.

Hingga saat ini saja sudah ada 360-an meeting yang bertaraf nasional dan internasional di Bali. “Ini yang mempercepat pemulihan dan bangkitnya ekonomi Bali ini,” ujarnya.

Ramainya event di Bali ditambah ramainya wisatawan leisure dikatakan telah berdampak pada revenue hotel. Tingkat hunian hotel rata-rata telah mencapai 60 persen. Hotel-hotel sudah mulai mempekerjakan karyawannya kembali sekitar 70% – 80%. “Memang belum semua kamar dioperasikan. Di Bali dari total 150.000 kamar, baru dioperasikan sekitar 70% sedangkan yang 30% masih dalam keadaan maintenance,” ujarnya.

Baca juga:  Presiden Serahkan Bantuan Dana Bergulir Koperasi, Tiga Diantaranya dari Bali

Sementara itu, Ketua IFBEC Bali, Ketut Darmayasa belum lama ini mengatakan, kunjungan ke Bali sudah mulai meningkat dan ada beberapa kemajuan pariwisata Bali. “Artinya ada perkembangan pergeseran lebih baik, tapi jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan agar regulasinya tidak ada yang dipersulit, karena Bali still bleeding dan slippery, licin, harus tetap hati-hati, meskipun sudah banyak tamu masuk ke Bali tapi kita harus tetap waspada karena di Jakarta kasus mulai meningkat,” ujarnya.

Baca juga:  Telaga Waja Rafting

Ia berharap Bali tidak seperti Jakarta karena program pemerintah Provinsi Bali dan herd immunity masyarakat Bali sudah tinggi, dengan tingkat vaksinasi booster tinggi se-Indonesia. Masyarakat diharapkan tetap melakukan prokes untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan Bali. (Citta Maya/balipost)

 

BAGIKAN