Menparekraf, Sandiaga Uno mencoba minyak Ganapathi, Kamis (7/7) di Plataran Menjangan, Buleleng. Sandiaga sempat memuji minyak apun produksi UMKM binaan PIP ini. (BP/kmb)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menunjukkan dukungannya terhadap pengurangan emisi karbon lewat peluncuran “carbon footprint” di kawasan Plataran, Menjangan, Kabupaten Buleleng, Kamis (7/7).

Dalam keterangan persnya, Wakil Menteri Parekraf, Angela Herliani Tanoesoedibjo, mengatakan semua pihak perlu menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan yang secara langsung berkontribusi dalam pencegahan bencana. “Jadi kita menanam mangrove saya kira itu salah satu upaya berkontribusi terhadap perubahan iklim,” kata Angela di Kawasan Plataran Menjangan.

Dalam kegiatan peresmian program ekowisata bertema “Towards Climate Positive Tourism Through Decarbonization and Ecotourism” atau menuju iklim pariwisata positif melalui dekarbonisasi dan ekowisata, Kemenparekraf RI menjalin kerja sama lintas lembaga. Kerja sama terjalin antara Kemenparekraf dan Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Plataran Menjangan, Jejak In dan sejumlah LSM yang bergerak di bidang ekowisata.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Harian Bali Balik ke Puluhan Orang

“Kehadiran kita di sini semoga bisa membuka mata tentang apa itu ecotourism, tadi kita mengitari Plataran dan sempat berdiskusi bagaimana ekowisata diterapkan di Plataran Menjangan. Dan ini merupakan salah satu contoh terbaik di Indonesia,” ujar putri Hary Tanoesoedibjo tersebut, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Ia menilai kondisi ini dapat menjadi percontohan bagaimana ekowisata mampu menjaga keharmonisan segala elemen di sekitar, bukan justru pariwisata yang menggerus. Ia melihat masyarakat Bali paham betul kondisi ini, karena tertuang dalam konsep Tri Hita Karana, menjaga keharmonisan dengan sang pencipta, alam dan sesama manusia.

Baca juga:  Hari Ini Puluhan Warga Jadi Korban Jiwa COVID-19, Mayoritas Masih Tak Berkomorbid

Selain penanaman mangrove, langkah awal yang dilakukan adalah dengan meresmikan carbon footprint calculator (kalkulator jejak karbon) di lima destinasi yaitu Plataran Menjangan Taman Nasional Bali Barat, Mangrove Tembudan Berseri Berau Kalimatan Timur, Pantai tiga Warna (Clungup Mangrove Conservation) Malang, Bukit Peramun Bangka Belitung dan Taman Wisata Mangrove Klawalu Sorong. Angela menuturkan bahwa Kemenparekraf mendukung penuh kalkulator jejak karbon sebagai upaya mendeteksi jumlah emisi karbon yang terbuang ke udara dengan selama ini aktif diperkenalkan kepada dunia.

Baca juga:  Kenaikan Kasus Harian Nasional Masih Terjadi

Dalam kesempatan itu, digelar juga pameran UMKM yang di antaranya menampilkan binaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tiga UMKM binaan Kemenkeu Satu dari Bali lolos kurasi adalah Minyak Apun Ganapathi (binaan Pusat Investasi Pemerintah), Gagean Lima Craft (binaan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara), dan UD Kharisma (binaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, didampingi Wamen menyempatkan diri melihat pameran UMKM ini. Mereka mencoba langsung minyak Ganapathi. (kmb/balipost)

BAGIKAN