Sejumlah wisatawan menikmati suasana di Patai Sanur, Denpasar. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Nigeria, yang terletak di Afrika Barat, merupakan salah satu negara paling maju di Afrika. Negara ini memiliki sebanyak lebih dari 200 juta penduduk.

Menurut Ketua DPD Asita Bali Putu Winastra, jika dilihat dari jumlah penduduk, potensi pasar yang bisa digarap sangat besar. Alasan lain bagi Bali harus menggarap pasar Nigeria adalah banyak warga Nigeria yang tinggal di luar negeri dan biaya yang dikeluarkan untuk bepergian biasanya tidak murah.

Dikatakan, biasanya warga Nigeria yang melakukan traveling, tinggal di luxury hotel, hotel bintang 5, serta dengan lama tinggalnya sekitar 8 hari. “Ini sangat luar biasa. Oleh karena itu harapan ke depan, ada sebuah solusi untuk mendatangkan wisatawan Nigeria ini. Mengingat cukup besar potensinya, spending money nya, yang tentunya harus dilihat,” papar Winastra saat talkshow “Balancing in Harmony,” serangkaian BBTF 2022, Rabu (15/6) di Nusa Dua.

Baca juga:  WNA Dilarang Masuk ke Indonesia Mulai 1 Januari 2021, Ini Kata PHRI Bali

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati akrab disapa Cok Ace mengatakan, Nigeria sangat tertarik dengan Bali, terutama dengan budaya, keramahan penduduk dan alamnya. Meski alam yang indah ada dimana-mana, namun kata Cok Ace, budaya dan keramahtamahan orangnya, menjadi hal penting bagi Bali.

Dikatakan Wagub, potensi Nigeria ini memang cukup besar. Pasalnya, selain memiliki jumlah penduduk yang besar, banyak orang-orang mampu. Namun perjalanan ke Bali, cukup lama hingga 22 jam.

Baca juga:  Kembali Zona Merah di Bali Tinggal Dua! Kabupatennya yang Beda

“Dari banyaknya jumlah penduduk, tentu ada yang lebih suka ke destinasi modern seperti di Eropa, namun tidak menutup kemungkinan mereka datang ke destinasi yang ada di Bali,” katanya.

Sementara itu, CEO of Nigerian Travel Two (NTT), Elizabeth Agboola, mengaku sangat senang bisa datang kembali ke Bali. Dirinya pernah datang di 2018 dan mengaku jatuh cinta dengan Bali.

Diakuinya, perjalanan ke Bali cukup mahal dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Namun Setelah tiba di Bali, banyak hal yang bisa dieksplor dan dinikmati. “Untuk itu, kami merasa perlu untuk mempromosikan Bali pada warga Nigeria,” ucapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  Ribuan Wisatawan Kunjungi Buleleng lewat Celukan Bawang
BAGIKAN