Sofyan Djalil. (BP/Dokumen Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sejumlah menteri dipanggil ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (14/6) sore. Salah satu yang datang adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil.

Pemanggilan sejumlah menteri ini terjadi di tengah merebaknya perombakan kabinet atau reshuffle bakal dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Sofyan dikutip dari Kantor Berita Antara, tidak berbicara banyak saat dimintai komentar dan ditanya mengenai agenda apa kedatangannya ke Istana.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Naik, Ini Zona Risiko Bali Terbaru

“Enggak tahu. Agenda Ibu Kota, kali. Agenda PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap), kali,” ujarnya kepada wartawan.

Ketika ditanya apakah pemanggilannya terkait dengan isu perombakan kabinet, Sofyan juga tidak memberi jawaban secara tegas.

“Enggak tahu, tunggu aja nanti. Tanya Pak Presiden. Enggak, ada rapat aja, kali,” kata Sofyan.

Sofyan Djalil menjadi satu dari sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa sore.

Baca juga:  547 Kasus Baru HIV/AIDS, Rentang Usia Ini Mendominasi

Selain Sofyan terdapat pula Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Wakil Menteri ATR/BPN Surya Tjandra, dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Selain itu terlihat pula mantan Panglima TNI Marsekal (Purn.) Hadi Tjahjanto yang mengaku dipanggil oleh Presiden Jokowi.

Sejumlah elite politik memperkirakan Presiden Jokowi akan melakukan perombakan kabinet Rabu (15/6) pekan ini.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan bahwa keputusan maupun waktu perombakan kabinet merupakan sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi.

Baca juga:  Kembali, Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Capai Lima Puluhan Ribu Orang

“Yang namanya kabinet itu kewenangan sepenuhnya Presiden. Presiden itu mempunyai hak prerogatif. Presiden mau ganti kapan saja, ya terserah Presiden. Mau hari ini, mau besok, mau lusa, kewenangan itu sepenuhnya ada pada Presiden,” katanya saat ditemui di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

“Yang jelas Presiden kan sudah 8 tahun di pemerintahan ini, dan beliau tahu banget apa kebutuhan dari kabinet ini sehingga beliau sangat tahu lah,” ujarnya menambahkan. (kmb/balipost)

BAGIKAN