Atlet kurash berlatih. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengprov Perkushi Bali yang dipimpin Ida Bagus Gede Sudarsana jauh-jauh hari sudah menyiapkan atletnya ke Pra PON. Bahkan, minimal Balo bisa meloloskan 5 atlet kurash putra dan 5 putri, ke PON XXI Aceh dan Sumut 2024.

Sekum Pengprov Perkushi Bali Nyoman Sumayasa, di Denpasar, Senin (13/6), mengungkapkan, saat ini telah terbentuk 6 pengkab dan pengkot Perkushi yang tersebar di Denpasar, Badung, Karangasem, Bulelelng, Jembrana, serta Bangli, sedangkan tiga kabupaten yakni Klungkung, Gianyar, dan Tabanan bakal menyusul kepengurusannya. “Sebenarnya, dojo atau tempat latihan sudah tersebar di mabupaten dan kota, dan mereka rutin menggelar latihan,” ujar Sumayasa.

Baca juga:  Kasus Positif COVID-19 Terus Meningkat, Tempat Karantina Makin Penuh

Langkah awal, pihaknya berniat mempertandingkan cabor bela diri asal Uzbekistan ini, di Poprov Bali. “Kami harapkan setidaknya enam kabupaten dan kota mengirimkan atlet kurash terbaiknya di ajang porprov Bali,” ucapnya.

Selanjutnya, hasil pantauan atlet yang tampail pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali, akan dipersiapkan guna berlaga di ajang Pra PON 2023.

Sementara Ketua Harian Perkushi Bali Maryoto Subekti, menuturkan, pihaknya ingin setidaknya tiap daerah mengirimkan empat atlet ke porprov. “Oleh karena cabor bela diri asal Uzbekistan yang mengandalkan bantingan ini, masih tergolong baru di Bali, maka kami berniat melakukan sosialisasi,” katanya.
Kendati masih baru, Maryoto serius mengembangkan kurash. Caranya, bagi atlet yang merebut tiket PON, bakal magang di tempat latihan provinsi lain yang prestasi kurashnya lebih maju. “Bahkan, kami tetap memtom target medali di PON,” tegasnya. (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Bangkitkan Ekonomi "Krama" Bali, Capaian Pembangunan Fundamental Perlu Didorong
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *