Tim gabungan dari Basarnas Karangasem, BPBD, PMI, anggota Polsek Rendang dan Koramil Rendang, serta dibantu pemandu lokal Besakih melakukan evakuasi. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Tim gabungan dari Basarnas Karangasem, BPBD, PMI, anggota Polsek Rendang dan Koramil Rendang, serta dibantu pemandu lokal Besakih melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki. Pria bernama Ilham Saputra itu mengalami cedera kaki saat melakukan aktivitas pendakian di Gunung Agung, Sabtu (4/6).

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Widnyana, mengungkapkan, pria asal Jakarta itu melakukan aktivitas pendakian bersama dengan tiga orang rekannya. “Menerima informasi ini, kita langsung persiapan dan langsung menuju ke Pos Pengubengan. Proses evakuasi dilakukan sekitar 5 jam. Kita mulai melakukan pencarian sekitar pukul 13.00 WITA, baru sampai di bawah pukul 18.00 WITA,” ucapnya.

Baca juga:  Penyerangan di Minimarket Ternyata Residivis dan Adik Tentara

Eka Widnyana menambahkan, target ditemukan di atas ketinggian sekitar 2.000 kaki. Yang bersangkutan mengalami cidera diatas pergelangan kaki kiri.

Utuk turun ke bawah petugas memapah target, sehingga bisa berjalan sampai di bawah parkiran Pura Pengubengan. “Karena tak luka serius, target mau langsung pulang bersama rekan-rekannya,” ucapnya.

Sementara itu, petugas pos regrestrasi dan penjualan tiket masuk pendakian Gunung Agung, Desa Besakih, I Ketut Widarta, mengatakan, demi menghindari adanya pendaki yang tersesat dan yang lainnya, diharapkan para pendaki agar mencari pemandu lokal untuk mengantar mereka naik ke Puncak Gunung Agung.

Baca juga:  XL Pastikan Jaringan Aman Pascapeningkatan Aktivitas Gunung Agung

“Bila ada pemandu, maka pendaki akan jauh lebih aman karena ada yang mengkoordinir. Kemungkinan tersesat kecil karena pemandu telah menguasai medan, bila ada kejadian seperti ini pemandu bisa lebih dulu menghubungi petugas pos. Kalau situasinya memang emergency, baru meminta bantuan ke instasi terkait untuk mengevakuasi. Kalau bisa jalan sendiri, biar mereka jalan sendiri sampai dibawah tanpa harus meminta bantuan lagi,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Alami Peningkatan 80 Ribuan Kasus COVID-19 Sehari, Prancis Batalkan Konser dan Pesta Kembang Api

 

BAGIKAN