Merajan rusak diterjang angin mencang di Kendran, Buleleng. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Akibat angin kencang diikuti hujan deras, Kamis (26/5), bangunan merajan di Lingkungan Petak, Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng mengalami kerusakan. Beberapa bangunan pelinggih roboh setelah diterjang angin kencang.

Menyusul kerusakan akibat bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng akan memfasilitasi pihak pengempon untuk mendapatkan hibah bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariyadi Pribadi, Jumat (27/5), mengatakan, bangunan merajan ini mengalami kerusakan sedang.

Baca juga:  Survei Kepercayaan Publik, Polres Buleleng Raih Peringkat 3

Beberapa pelinggih bangunannya roboh karena angin kencang. Selain itu, pada bagian atap terlepas dari rangkanya hingga terjatuh. Atap ini pun banyak yang pecah, sehingga tak memungkinkan untuk dipakai kembali. “Kami sudah melakukan assessment, memang bangunan merajan ini rusak karena derasnya hujan dan angin kencang membuat bangunannya roboh dan ada juga atap terlepas dari rangkanya hingga pecah,” katanya.

Dari hasil assessment itu, BPBD juga melakukan penghitungan kerugian materiil dakibat bencana alam itu. Secara perhitungan global, pihak pengempon dari merajan ini menelan kerugian lebih dari Rp 25 juta. “Karena ini bangunan merajan, data hasil assessment dan akan dilengkapi data dari kelurahan untuk kami fasilitasi untuk mengajukan ke provinsi untuk mendapat bantuan hibah bansos,” tegasnya.

Baca juga:  Kejari Buleleng Musnahkan Barang Bukti 71 Perkara, Kasus Ini Mendominasi

Di sisi lain, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng menyebutkan, pascabencana ini, pihak pengempon melakukan gotong royong membersihkan puing-puing kerusakan pelinggih. Selain itu, pihak pengempon sendiri juga melakukan perbaikan darurat. Termasuk, kemungkinan pihak pengempon membuat pelinggih darurat (turus lumbung). “Apalagi ini akan dekat hari raya Galungan dan Kuningan tahun ini, perbaikan darurat perlu dilakukan seperti akan membuat pelinggih turus lumbung untuk sementara,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

Baca juga:  Satu Lagi, PMI Asal Jembrana Meninggal di Luar Negeri
BAGIKAN