Bule perempuan yang berpose bugil di Pohon Kayu Putih di Pura Babakan, Desa Tua, datang ke lokasi itu pada Rabu (4/5/2022). (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Warga negara asing berpose bugil sedang memeluk Pohon Kayu Putih dalam sebuah video yang viral di media sosial, Rabu (4/5), datang ke Pura Babakan, Desa Tua, Kecamatan Marga yang menjadi lokasi pengambilan video itu. Kedatangan perempuan itu, menurut salah seorang saksi yang saat itu juga berada di sana, I Putu Edi Pratama, bermaksud meminta maaf.

Edi yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Tabanan itu mengatakan perempuan yang membuat video dengan pose bugil di pohon yang disakralkan itu datang bersama seorang pria sekitar pukul 17.00 WITA. Selanjutnya pihaknya pun mengawal bule itu ke Polres Tabanan.

Baca juga:  Ini, Jadwal Sertijab Kapolda Bali

Ia mengatakan pada intinya bule tersebut menerima kesalahan dan bersedia melakukan upacara secara Hindu terkait aksi yang dilakukannya itu. Sang bule yang diduga bernama Alina itu juga menyatakan minta maaf atas kesalahannya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan berkewarganegaraan asing tanpa sehelai benang di tubuhnya memeluk sebuah pohon besar. Dalam video yang diunggah akun alina_yogi itu juga disertakan pernyataan tentang usia pohon yang mencapai 700 tahun.

Baca juga:  Antisipasi Libur Nataru, Presiden Sampaikan 6 Arahan Ini

Pohon Kayu Putih itu diduga berada di belakang Pura Babakan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan. Viralnya video itu pun mengundang reaksi kecewa dari pengempon pura.

Penyarikan Pura Babakan, I Made Kurna Wijaya saat dikonfirmasi mengaku kaget dan baru tahu setelah mendapatkan informasi terkait adanya viral video bule ini di media sosial. Ia pun mengaku kecewa akan ulah oknum bule tersebut.

Ia berharap pihak terkait bisa menelusuri keberadaannya sang bule untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara sekala dan niskala. “Kita akan gelar upacara pembersihan atau guru piduka untuk nunas ampura akan kejadian itu, karena kita tidak tahu. A palagi saat ini pengunjung mulai banyak, termasuk akan evaluasi terkait pengetatan penjagaan dan batas-batas mana yang bisa dipakai foto dan tidak, serta aturan pakaian pengunjung, karena wilayah ini disakralkan,” jelasnya, Rabu (4/5).

Baca juga:  Peredaran Uang Meningkat, Waspada Potensi Turbulensi Ekonomi

Perbekel Desa Tua, I Wayan Budiarta Putra juga menyayangkan adanya video itu. “Kami sangat menyayangkan juga peristiwa ini, untuk jadi bahan evaluasi ke depan,” ucapnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN