Area usaha penyewaan alat surfing Paguyuban Sekar Sari yang berlokasi di area pantai Pulau Nusa Dharma, The Nusa Dua, mulai ditata. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dengan telah dibukanya penerbangan internasional, fasilitas wisata di kawasan Nusa Dua kembali dibenahi. Sejumlah area usaha penyewaan alat surfing (selancar) Paguyuban Sekar Sari, yang berlokasi di area pantai Pulau Nusa Dharma, The Nusa Dua, mulai ditata.

Penataan yang dilakukan berupa penyiapan bangunan kios seluas 18 meter persegi yang difungsikan sebagai counter reservasi, tempat penyewaan peralatan selancar, serta tempat penyimpanan barang wisatawan. Menurut Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita, penataan area usaha ini dilakukan sebagai dukungan terhadap pengembangan community based tourism melalui Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua.

Baca juga:  Setelah Kroasia dan Korsel, Pariwisata Semarang Kini Dilirik Tiongkok

Selama ini, paguyuban ini telah memberi nilai tambah bagi kawasan, melalui penyediaan berbagai jasa terkait kepariwisataan. “Penataan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan anggota paguyuban pedagang pantai, sehingga dapat semakin menambah daya tarik kawasan dalam menyambut kembali kunjungan wisatawan mancanegara,” ucapnya.

Pihaknya juga sedang menyiapkan ID card untuk digunakan oleh seluruh anggota Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua. Dengan menggunakan ID card ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan wisatawan yang memanfaatkan layanan para anggota sekaligus memudahkan pengawasan aktivitas di lapangan. “Kami targetkan ID card ini dapat rampung dan mulai digunakan oleh para anggota paguyuban pada akhir April,” imbuh Ardita.

Baca juga:  Korban Disiapkan Lokasi Berjualan yang Baru

Ketua Paguyuban Sekar Sari, I Made Beker mengatakan, penataan yang dilakukan saat ini, khususnya untuk usaha penyewaan alat selancar. Tentunya penataan ini agar lokasi usaha bisa terlihat lebih rapi dan tertata sehingga diharapkan dapat menambah kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan dalam memperoleh layanan.

Sebagai informasi, Paguyuban Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua merupakan kelompok masyarakat desa penyangga yang dulu berprofesi sebagai nelayan dan pedagang pantai. Saat ini terdapat sembilan kelompok paguyuban pedagang pantai dengan total anggota kurang lebih 468 orang dengan berbagai jenis usaha mulai dari menjual souvenir, penyewaan papan surfing, F&B, massage serta usaha lainnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  BNI Kembangkan Branchless Banking di Kawasan Borobudur
BAGIKAN