Tangkapan layar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dan Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly (kiri) saat menunjukkan dokumen kerja sama di Jakarta, Senin (11/4/2022). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indonesia memperkuat kerjasama bidang ekonomi dengan Kanada. Kesepakatan tersebut, terutama dilakukan pada bidang perdagangan, investasi dan transisi energi.

Rencana Aksi Indonesia-Kanada 2022-2025 yang merupakan panduan bagi kedua negara untuk bekerja sama selama empat tahun ke depan telah ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly.

Joly sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dan Vietnam hingga 14 April. “Saya memfokuskan diskusi tentang kerja sama ekonomi. Kami menyambut peningkatan perdagangan bilateral bahkan di tengah pandemi,” kata Menlu Retno saat menyampaikan sambutannya secara virtual pada kunjungan Menlu Joly di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Senin (11/4).

Baca juga:  Tingkatkan Mutu SDM, IITCF Gelar Pelatihan Wisata Muslim

Nilai perdagangan Indonesia dan Kanada naik 30 persen menjadi 3,12 miliar dolar AS (Rp44,8 triliun) pada 2021. Guna menguatkan perdagangan bilateral lebih lanjut, kedua negara sudah memulai babak pertama negosiasi Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CEPA) bulan lalu. “Kami sepakat untuk mengintensifkan negosiasi agar diselesaikan dalam jangka waktu yang jelas,” kata Retno.

Dalam bidang investasi, tercatat peningkatan tipis sebesar empat persen pada 2021. Kanada sudah berinvestasi di sejumlah proyek infrastruktur, termasuk pembangunan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Pelabuhan Gresik yang akan beroperasi tahun depan.

Baca juga:  Nasional Catatkan Rekor Tambahan Kasus COVID-19

Untuk melanjutkan sinergi tersebut, kata Retno, kerja sama dengan Otoritas Investasi Indonesia (INA) dalam energi terbarukan dan infrastruktur hijau sangat diharapkan.

Dia juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap pembahasan prospektif antara PT Timah dan Canada Rare Earth Corporation untuk membentuk usaha patungan (joint venture).

Sementara di bidang transisi energi, kedua negara berkomitmen untuk mempercepat transisi energi menuju emisi nol bersih. Indonesia dan Kanada juga setuju untuk mendukung kerja sama transisi ke sumber energi yang lebih bersih, termasuk teknologi sel bahan bakar hidrogen, pengembangan strategi hidrogen hijau, dan potensi kerja sama antara Carbon Engineering Limited dan PT Pertamina terkait penangkapan penggunaan dan penyimpanan karbon (CCUS).

Baca juga:  Jadi Pemimpin di Era Disruptif, Ini Kiat dari Livi Zheng

Dalam kesempatan itu, Menlu Joly menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara dalam berbagai aspek. “Bagi Kanada, Indonesia adalah mitra utama dalam kerja sama ekonomi di wilayah ASEAN. Kami sepakat untuk menggali inisiasi guna memperkuat hubungan kedua negara, terutama untuk pemulihan pascapandemi,” katanya. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *