Timnas kabaddi Indonesia. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Timnas Kabaddi hanya melakoni pemusatan latihan sebentar, di GOR Lila Bhuana Denpasar. Gara-gara persiapan terlalu mepet ini, Timnas Kabaddi gagal meraih gelar pada turnamen internasional ‘Bangabandhu Cup 2022’, di Dacca, Bangladesh, akhir Maret 2022.

Pelatih Timnas Kabaddi Rizky Hadinata Zulfani, di Denpasar, Selasa (5/4), mengakui, asuhannya memang kalah pengalaman, dan turnamen tersebut dipakai ajang try-out. “Kami memang hanya mengukur kemampuann anak-anak di turnamen internasional, dan sama sekali tanpa target,” sebut Rizky. Ia mengakui, tim negara lain seperti Nepal, Irak, dan Kenya memang lebih tangguh, dan persiapannya matang.

Baca juga:  Wisata "Sea Plane" Tunggu Rekomendasi Pemrov dan Pusat

RIzky menambahkan, meskipun gagal meraih gelar, tetapi pihaknya bangga, mengingat asuhannya bisa menambah jam terbang, dan pengalaman bertanding. Yang membanggakan, kata dia, dari total 12 skuad timnas Merah-Putih, delapan berasal dari Bali, seperti kapetn Tos Paaek, Arya Negara, dan Wahyu Juniarta, ditambah empat pemain dari Jatim, Jateng, Lampung, dan Sulsel. “Kedelapan pemain Bali dari Denpasar, Badung, Klungkung, Gianyar dan Buleleng.

Baca juga:  Wahana Permainan Jadi Salah Satu Daya Tarik PKB XLV

Dijelaskannya, tim kabaddi Bali mendulang 2 emas, saat ekshibisi PON XX Papua 2021. Kedua emas dipersembahkan dari nomor free style putra dan putri, sedangkan total nomor yang dipertandingkan 8 nomor. “Cabor kabaddi tidak dipertandingkan pada SEA Games Vietnam 2022,” terangnya. Ia berharapa, tim Bali kembali bisa menyabet emas, saat kabaddi dipertandingkan secara resmi, pada ajang PON XXI di Sumut dan Aceh 2022. “Kabaddi sudah dipertandingkan secara resmi di Porprov Bali,” ucap pelatih asal Klungkung ini. (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Aqua Dwipayana Motivasi Ratusan Napi di Lapas Tabanan
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *