General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana dan Managing Director Nusa Dua sebagai perwakilan dari PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, I Gusti Ngurah Ardita, Jumat (11/3), melakukan MoU pembangunan SPKLU "Ultra Fast Charging" di Nusa Dua. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – PLN dan ITDC melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penempatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Kawasan Pariwisata Nusa Dua (The Nusa Dua). Ini, dalam rangka showcase kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk mendukung kegiatan KTT G20 Tahun 2022 di Bali.

Penandatanganan dilaksanakan di Kantor PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) dilakukan langsung oleh General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana dan Managing Director Nusa Dua sebagai perwakilan dari PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, I Gusti Ngurah Ardita, Jumat (11/3).

Baca juga:  Disebut Pengkhianat, Suwirta Keluar dari Gerindra

General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana menyampaikan penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi bukti dukungan stakeholder bersama-sama menyukseskan gelaran internasional KTT G20. “Di sini kami akan menggunakan lahan milik ITDC seluas 82 meter persegi untuk membangun 9 shelter sebagai tempat 18 unit SPKLU Ultra Fast Charging agar memudahkan pengisian ulang daya listrik bagi mobil-mobil listrik delegasi KTT G20,” jelasnya.

Udayana mengatakan bahwa pembangunan SPKLU Ultra Fast Charging ini dimaksudkan juga sebagai ruang pamer bagi negara peserta KTT G20. Indonesia siap menyongsong transisi energi melalui percepatan untuk mewujudkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. “PLN berkomitmen untuk mempercepat pembangungan dengan target kick off pada akhir bulan ini, dan rampung pada Agustus mendatang, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan KTT G20,” ungkap Udayana.

Baca juga:  Wayan Udayana Pimpin Perkemi Bali

Pihaknya menambahkan selain di parkir sentral milik ITDC, SPKLU serupa juga akan ditempatkan di 2 lokasi lain yakni Lapangan Parkir Griya Alam Lestari atau Apurva Kempinski, dan Lapangan Parkir Hutan Mangrove Tahura. “Totalnya ada 60 unit SPKLU Ultra Fast Charging yang kapasitasnya minimal 180 kW, sehingga mampu mengisi ulang daya kendaraan lebih cepat,” jelasnya.

Ia mengatakan perkiraan kendaraan listrik sebagai fasilitas transportasi untuk event internasional ini nantinya sebanyak 656 unit dari berbagai merk kendaraan yang telah dipastikan akan kompatibel dengan SPKLU yang tengah dibangun PLN. (Adv/balipost)

Baca juga:  Sejumlah Perusahaan IT di Bali Dimiliki Asing
BAGIKAN