Suasana kedatangan penumpang internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sejak kembali beroperasinya penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, trafik kedatangan penumpang internasional mengalami peningkatan. Data 1 hingga 24 Februari, trafik penumpang penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 1.784 penumpang.

Seiring meningkatnya trafik penumpang, Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, dikutip dari Kantor Berita Antara, Sabtu (26/2) mengatakan trafik pesawat juga naik. Jumlahnya di periode yang sama mencapai 51 pergerakan pesawat.

Pada masa sebelum pandemi COVID-19 di 2019, trafik penumpang penerbangan rute internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 13,8 juta penumpang. Sementara trafik pesawat internasional mencapai 73.886 pergerakan pesawat.

Ia mengungkapkan jumlah maskapai rute penerbangan internasional yang akan beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terus bertambah. “Kami sangat antusias dengan mulai kembali meningkatnya penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Ini sekaligus menambah daftar maskapai internasional yang telah beroperasi di Bali,” kata Faik.

Faik Fahmi menjelaskan, hingga 24 Februari 2022 sudah ada lima maskapai yang telah terbit izin rutenya dan satu maskapai yang sedang dalam proses pengaktifan kembali rute melalui Direktur Angkutan Udara Kemenhub untuk Maret 2022. Sebanyak 5 maskapai rute penerbangan internasional yang telah terbit izin rutenya yaitu Jetstar Asia dengan rute Singapura – Denpasar (PP), Scoot dengan rute Singapura – Denpasar (PP), KLM dengan rute Singapura – Denpasar (PP), Garuda Indonesia dengan rute Sydney – Denpasar dan AirAsia dengan rute Kuala Lumpur – Denpasar (PP).

Baca juga:  Indonesia Laporkan Tambahan Kasus Omicron

Adapun satu maskapai yaitu Jetstar dengan rute Sydney – Denpasar (PP) dan Melbourne – Denpasar (PP) saat ini masih dalam proses pengaktifan rute.

Berdasarkan data rencana penerbangan perdana 4 Maret 2022, maskapai Jetstar Asia dengan rute Singapura – Denpasar (PP) akan menggunakan jenis pesawat Airbus A320 dengan kapasitas tempat duduk 180 penumpang, serta diperkirakan mendarat pukul 09.55 WITA dari Singapura.

Sedangkan maskapai Garuda Indonesia untuk rute Sydney – Denpasar menggunakan jenis pesawat Airbus A330 dengan kapasitas duduk 360 penumpang, dan diperkirakan mendarat pukul 14.45 WITA dari Sydney.

Baca juga:  Dari Wakapolda Temukan Sumber Kemacetan hingga Dapat Teguran Tertulis Mendagri

Selanjutnya, Scoot untuk rute Singapura – Denpasar (PP) menggunakan jenis pesawat Airbus A320 dengan kapasitas tempat duduk 180 penumpang dan diperkirakan mendarat pukul 18.05 WITA dari Singapura.

“Maskapai Jetstar Asia dan Scoot sendiri masing-masing dijadwalkan akan mengoperasikan sebanyak 3 penerbangan selama sepekan dan Garuda Indonesia mengoperasikan sebanyak 1 penerbangan selama sepekan di bulan Maret,” ujarnya.

Lanjut dia, maskapai KLM dengan rute Singapura – Denpasar (PP) direncanakan mengoperasikan sebanyak dua penerbangan selama sepekan dengan menggunakan jenis pesawat Boeing B777-300ER dengan kapasitas tempat duduk 408 penumpang.

Sedangkan untuk AirAsia dengan rute Kuala Lumpur – Denpasar (PP) direncanakan mengoperasikan sebanyak tiga penerbangan selama sepekan dengan menggunakan jenis pesawat Airbus A320 dengan kapasitas tempat duduk 180 penumpang.

Adapun untuk maskapai Jetstar direncanakan mengoperasikan masing-masing sebanyak tiga penerbangan dalam sepekan untuk rute Sydney – Denpasar (PP) dan Melbourne – Denpasar (PP) dengan menggunakan jenis pesawat Boeing B788 dengan kapasitas tempat duduk 335 penumpang.

Baca juga:  Sudah 5 Hari, Kabupaten Ini Laporkan Nihil Tambahan Kasus COVID-19

Faik Fahmi menegaskan komitmen AP I untuk terus mendukung upaya pemulihan trafik penerbangan internasional di tengah pandemi melalui penerapan prokes secara ketat dan memastikan segala operasionalnya sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami juga berharap trafik penumpang dan penerbangan internasional di Bali dapat terus meningkat sehingga mampu mendorong pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali yang begitu terdampak pandemi selama lebih dari dua tahun ini,” katanya.

Sebagai informasi, sejak kembali beroperasinya penerbangan internasional oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (1-24 Februari 2022) trafik penumpang penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 1.784 penumpang dengan trafik pesawat mencapai 51 pergerakan pesawat.

Pada masa sebelum pandemi COVID-19 tahun 2019, trafik penumpang penerbangan rute internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 13,8 juta penumpang dengan trafik pesawat internasional mencapai 73.886 pergerakan pesawat. (kmb/balipost)

BAGIKAN