Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto scan barcode PeduliLindungi saat kunker di Makorem 163/Wira Satya, Denpasar. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Melonjaknya kasus COVID-19 di Bali mendapat perhatian serius Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Sonny Aprianto. Bahkan untuk menekan angka penularan virus ini, Pangdam Sonny perintahkan Danrem tidak hanya menggunakan aparat yang ada kodim-kodim, tapi dibantu satuan tempur atau satuan bantuan tempur.

“Kami akan lakukan pendisiplinan (prokes) dengan cara persuasif. Selain itu mengajak masyarakat menyadari untuk disiplin prokes,” kata Mayjen Sonny, usai melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Makorem 163/Wira Satya, Jalan Sudirman, Denpasar, Selasa (15/2).

Baca juga:  Rawan Penyelundupan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Terkait diterapkannya PPKM Level 3 di Bali, jenderal bintang dua ini mengintruksikan seluruh jajaran terutama para Danrem, baik di Bali, NTB dam NTT gencar melakukan pendisplikan prokes lagi. Pasalnya tidak ada cara lain menurunkan angka penularan virus Corona selain disiplin prokes.

Meski diterapkan PPKM Level 3 tidak ada pembatasan kegiatan internal, tapi pihaknya tetap menekankan ke seluruh prajuritnya disiplin menerapkan prokes. “Satuan-satuan sudah menyediakan barcode PeduliLindungi, tempat cuci tangan dan termogun. Kita berharap penularan COVID-19 ini segara berakhir,” ujarnya.

Baca juga:  Ini, Kata Pangdam Dihadapan Ratusan Babinsa

Terkait kunkernya di korem, mantan Deputi III Bidang Kontra Intelijen BIN ini menyatakan, sebagai pangdam yang baru wajib memperkenalkan diri ke prajurit tingkat korem dulu. Sonny menekankan sebagai prajurit komando kewilayahan harus jadi solusi di tengah -tengah masyarakat mengatasi tiap permalasahan. Dia juga menyampaikan anggota TNI khususnya Kodam IX/ Udayana harus sopan santun, ramah tamah dan tidak arogan saat menjalankan tugas. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Kumulatif Kasus COVID-19 Global Lampaui 12 Juta Orang
BAGIKAN