Sejumlah pedagang di Pasar Badung nampak berbincang sambil menunggu pembeli. (BP/Dokumen)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2022 sebesar 0,56 persen. BPS mencatat sebanyak 85 kota indeks harga konsumen (IHK) menyumbang inflasi dan hanya lima kota yang mengalami deflasi pada Januari 2022.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, inflasi dipicu kenaikan harga sejumlah bahan makanan. “Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi pada Januari sebesar 0,30 persen dengan inflasi mencapai 1,17 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu (2/2).

Ia menjelaskan tiga komoditas yang memberikan andil inflasi dalam kelompok bahan makanan adalah daging ayam ras dengan andil 0,07 persen, ikan segar 0,06 persen dan beras 0,03 persen. Kelompok lainnya yang ikut menyumbang andil besar dalam inflasi Januari adalah perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang menyumbang andil 0,10 persen dengan inflasi 0,51 persen.

Baca juga:  Kembali Bertambah, Rute Penerbangan Internasional ke Bali Jadi Tujuh

“Komponen yang memberikan andil terbesar adalah bahan bakar rumah tangan sebesar 0,06 persen karena adanya kenaikan harga elpiji non subsidi,” katanya.

Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga memberikan andil 0,05 persen dengan inflasi 0,79 persen diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,04 persen serta inflasi 0,62 persen.

Dalam periode ini, kelompok yang memberikan andil deflasi dan menekan laju inflasi Januari adalah informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil 0,01 persen serta deflasi 0,13 persen.

Baca juga:  Oktober, Bali Kembali Alami Deflasi

“Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil deflasi karena adanya penurunan biaya administrasi transfer uang dengan andil 0,01 persen,” kata Margo.

Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen dan terendah di Manokwari 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu 0,66 persen dan terendah di Jayapura 0,04 persen.

“Penyebab inflasi tinggi di Sibolga, karena adanya andil kenaikan harga ayam ras 0,16 persen, diikuti ikan serai juga 0,16 persen dan ikan tongkol 0,14 persen,” katanya.

Baca juga:  Pemerintah Lindungi Obat Favipirapir Dengan Hak Paten

Dengan terjadinya inflasi Januari 2022 sebesar 0,56 persen, maka inflasi tahun kalender tercatat 0,56 persen dan secara tahunan (yoy) 2,18 persen.

BPS mencatat inflasi tahun ke tahun tersebut untuk pertama kalinya yang tertinggi sejak Mei 2020 sebesar 2,19 persen. Begitu juga inflasi Januari 2022 yang lebih tinggi dari Januari 2021 sebesar 0,26 persen. (kmb/balipost)

BAGIKAN