Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng Gede Suyasa (kiri) meninjau penggunaan aplikasi PeduliLindungi di salah satu akomodasi wisata. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemakaian aplikasi PeduliLindungi untuk mendeteksi potensi terjadi penularan kasus Virus Corona (COVID-19) belum maksimal dijalankan. Terutama di kawasan wisata, hotel dan beberapa tempat publik di Bali Utara.

Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng Gede Suyasa menemukan kenyataan itu saat melakukan pemantauan. Suyasa mengatakan, dari pemantauan yang dilakukannya, QR code yang telah terpasang terkesan hanya pajangan.

Ia mengaku sudah mengingatkan manajemen hotel agar melakukan screening terhadap setiap wisatawan yang datang dengan mengoptimalkan penerapan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, beberepa pengelola hotel diminta untuk tetap waspada dan hati-hati.

Baca juga:  Dari Siswi SMA Ditemukan Meninggal hingga Wisman Nyeberang ke Lombok

Penerapan prokes dan pemakaian PeduliLindungi juga ditekankan pada ruang publik, seperti alun-alun dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Jadi saya kira semua harus tetap waspada. Tidak boleh lengah walaupun kondisi penanganan COVID-19 sudah bagus dan penularan kasusnya kian melandai,” katanya.

Di sisi lain Suyasa menyebutkan, kebijakan pemberian sanksi yang tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi belum dilakukan. Ini karena Satgas akan melihat ekuivalensi dengan kasus yang terjadi. “Kita melakukan dengan persuasif, edukasi, sosialisasi, pendekatan yang baik, agar sama-sama membangun kesadaran akan pentingnya prokes itu, sehingga daerah kita bisa bebas dari pandemi,” katanya. (Mudiarta/balipost)

Baca juga:  Kebijakan Wajib Gunakan PeduliLindungi Timbulkan Diskriminasi
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *