Sejumlah seniman tampil dalam pembukaan Denpasar Festival 2021. (BP/Febrian Putra)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-14 tahun 2021 telah berakhir, Kamis (23/12). Kegiatan yang berlangsung sekitar dua minggu tersebut, hanya mampu mencapai omzet di bawah setengah miliar dari penjualan aneka jenis UMKM, baik kuliner, sandang, serta kerajinan lainnya.

Omzet ini jauh berbeda bila dibandingkan pada gelaran serupa di Jalan Gajah Mada dan sekitar Patung Catur Muka. Kali ini omzet penjualan hanya Rp 492 juta. Jika dibandingkan dengan omset penjualan pada pelaksanaan Denfest 2020 yang mencapai Rp 3,3 miliar dan pada 2019 sebanyak Rp 7 miliar.

Baca juga:  Dari Meninggal Saat Matahari Terbit dari Utara hingga Kabupaten Luar Bali Juga Masih Tinggi

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani, Sabtu (25/12) mengatakan hal ini terjadi dikarenakan pihaknya hanya memanfaatkan UMKM lokal yang ada di masing-masing wilayah penyelenggaraan.Selain itu, tempat yang disediakan bagi UMKM juga terbatas.

Dikatakan jumlah UMKM yang terlibat hanya sebanyak 71 UMKM. Berbeda dengan pelaksanaan di 2020 yang melibatkan sebanyak 1.255 UKM.

Selain itu, pada Denfest kali ini menggunakan prinsip desentralisasi. Sejumlah kegiatan disebar di empat kecamatan.

Baca juga:  Macet di Pelabuhan Sanur, Wali Kota Sebut Bukan Karena Salah Dikelola Pemkot

Untuk di Denpasar Utara digelar di Wantilan Desa Adat Poh Gading, di Denpasar Barat digelar di Banjar Abasan Tegal Buah, di Denpasar Timur digelar di Wantilan Pengerebongan Kesiman, dan di Denpasar Selatan digelar di Wantilan Desa Adat Renon, Mertasari, dan Muntig Siokan.

Untuk sumber dana pelaksanaan Denfest ini menggunakan APBD Kota Denpasar. Adapun besaran anggaran untuk pelaksanaan Denfest ke-14 yakni Rp 3.5 miliar. Acara ini melibatkan 926 orang seniman, 215 musisi, 71 UMKM, dan 20 komunitas film. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Enam Desa/Kelurahan di Denpasar Tambah Korban Jiwa COVID-19
BAGIKAN