Petugas sedang menaruh spesimen swab untuk dites PCR. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com- Sebanyak 37 siswa dan guru di Denpasar diketahui terkonfirmasi COVID-19 pascapelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak 11 November 2021. Pihak Pemkot Denpasar pun telah melakukan upaya tracing setelah adanya temuan ini.

Menurut Plt. Kadisdikpora Denpasar, IGN Edy Mulya didampingi Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Dewa Gede Rai, Rabu (1/12), tetap ada tindak lanjut setelah temuan hasil positif terhadap siswa dan guru. Selain telah mengembalikan proses belajar secara daring, juga dilakukan tracing. “Tracing ini sudah ditangani Dinas Kesehatan,” ujar Edy Mulya.

Ditanya soal jumlah yang ditracing, Edy Mulya mengaku mengikuti pola satu orang dinyatakan positif, harus melakukan tracing terhadap sembilan orang yang sempat kontak. “Kami terapkan satu berbanding 9 saja,” ujarnya.

Baca juga:  Delapan Karyawan Cafe Delona Positif Konsumsi Narkoba

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Denpasar, mereka yang terkonfirmasi ini tersebar di 19 SD sampai SMA. Rinciannya, SD ada 16 unit, 1 SMP, dan 2 SMA.

Sedangkan jika dilihat jenjang pendidikan yang terkena, 1 orang di jenjang SMP, 30 orang masih duduk di SD. Untuk guru, sebanyak 4 guru SD dan 2 guru SMA.

Dewa Gede Rai menyebutkan, bila dibandingkan dengan jumlah yang siswa dan guru yang ikut tes PCR, temuan kasus ini sangat kecil. Bahkan, diyakini yang positif tersebut belum tentu tertular di sekolah.

Baca juga:  Kewajiban Umat, Gelar Persembahyangan untuk Gunung Agung

Bisa saja mereka tertular di tempat lain, seperti rumah dan tempat umum lainnya. “Bila ada yang positif, aktivitas PTM dihentikan sementara. Artinya, selama 14 hari tersebut, mereka kembali belajar secara daring,” ujar Dewa Rai.

Sebanyak 1.470 siswa mengikuti tes swab PCR dari jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Untuk jenjang TK/PAUD diikuti oleh 230 siswa dari 23 TK/PAUD. Masing-masing PAUD yang menjadi sampel tersebut diwakili oleh 10 orang siswa. Sedangkan untuk guru TK/PAUD sebanyak 69 orang dari 23 sekolah.

Untuk jenjang SD diikuti oleh 1.000 siswa dari 25 SD yang tersebar di empat kecamatan. Satu SD sampel diwakili oleh 40 orang siswa.

Baca juga:  Trump Ingin Lockdown di AS Secepatnya Dicabut

Sementara itu, untuk jenjang SMP diwakili oleh 240 siswa dari 8 SMP. Setiap SMP diwakili oleh 30 orang siswa.

Tak hanya siswa yang dites, guru maupun pegawai sekolah juga akan mengikuti tes serupa. Untuk guru dan pegawai yang akan dijadikan sampel dalam tes ini sebanyak 479 orang.

Untuk jenjang SD diikuti oleh 250 orang dari 25 sekolah, dimana masing-masing sekolah diwakili oleh 10 guru maupun pegawai. Sedangkan untuk SMP akan dilakukan tes kepada 160 orang guru maupun pegawai dari 8 SMP baik swasta maupun negeri. Untuk satu SMP sampel, diwakili oleh 20 orang guru dan pegawai. (Asmara Putera/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *