Kepala Keamanan Rutan Kelas IIB Gianyar melaksanakan serah terima jenazah kepada pihak keluarga di RSUD Sanjiwani disaksikan petugas dari kejaksaan dan petugas pengadilan. (BP/kup)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang tahanan bernama Tuminahiyah (26) pDa Selasa (30/11), hendak disidang kasus pencurian. Namun, mendadak ia mengalami penurunan kesadaran sehingga masuk IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar dan meninggal.

Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun didampingi Kepala Keamanan Rutan Gianyar, AA Kres Astina mengatakan, korban meninggal pukul 11.45 WITA. Diduga karena gagal jantung.

Baca juga:  Jatuh Menyadap Tuak, Merdana Tewas

M. Bahrun mengatakan petugas keamanan dan petugas medis di Rutan Gianyar tidak menyangka terdakwa ini meninggal dunia. Sebab, sebelumnya kondisi korban terlihat bugar, meski dalam beberapa hari terakhir menunjukkan gejala depresi.

Bahrun menjelaskan tahanan wanita lainnya merasa kesulitan berkomunikasi dengan korban. Kemungkinan korban depresi menghadapi sidang perdana, Selasa ini dan sangat merindukan anaknya yang masih kecil.

Berdasarkan keterangan Tim Medis Rutan Kelas IIB Gianyar korban baru 13 hari ditahan ini. Pada awalnnya tidak menunjukkan gejala aneh.

Baca juga:  Kecelakaan di Jalan, Tiga Tewas Setiap Jam

Dalam dua hari terakhir, tahanan wanita ini terlihat suka menyendiri dan malamnya susah tidur. Dari keluhannya, Wanita ini hanya mengaku sakit kepala dan merindukan anaknya. Petugas Medis Rutan sudah memberikan obat.

Selasa pagi, Tuminahiyah menunjukkan gelagat aneh. Awalnya Petugas Rutan menyangka korban mengalami depresi karena akan menghadapi sidang pertamanya.

Selanjutnya Pukul 11.00 Wita korban mengaku sesak sehingga dibawa ke IGD RSUD Sanjiwani. “Pukul 11.45 tahanan wanita ini dinyatakan meninggal karena diduga gagal jantung,” ucap Agung Kres Astina.

Baca juga:  RSUD Sanjiwani Siapkan Layanan Poliklinik Eksekutif Rawat Jalan

Kepala Keamanan Rutan Gianyar menyampaikan selanjutnya Aparat Rutan Gianyar bersama kepolisian menghubungi pihak kejaksaan dan keluarganya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN